❣️ 23

91.6K 3.9K 108
                                    

Selamat Membaca!

Ayyara duduk di atas kasur dengan tatapan kesal ke arah Maura yang sedari tadi terus tertawa. Bahkan Ayyara kembali merutuki kebodohannya kemarin, karena telah menganggap tali hitam yang menggantung di pinggir pintu adalah seekor ular. Dan akibat dari kebodohannya itu, membuat seluruh keluarga sepakat untuk menikahkan dirinya hari ini, Ayyara bahkan tidak mau repot-repot meminta Arvind untuk menolak karena jelas sekali pria dewasa itu plus anak gadisnya lah yang paling semangat mengenai rencana itu.

Ayyara kembali menatap tajam Maura yang duduk di depannya.

"Udah tertawanya?"sindir Ayyara sinis membuat Maura menutup mulutnya.

"Oops.. Maaf mom, habisnya Maura bahagia banget, hehe"ucap Maura tanpa merasa bersalah membuat Ayyara lagi-lagi dibuat kesal.

"Etss.. jangan kesal begitu, mom. Entar riasannya rusak lagi. Udah cantik begini."ucap Maura lalu melangkah menuju pintu kamar. Rencananya sih mau ngintip daddynya yang mau ijab qabul.

Maura menundukkan tubuhnya dan membuka sedikit pintu.

"Daddy sudah besar rupanya."ucap Maura bangga lalu kembali melangkah ke kursi yang tadi ia duduki.

"Gue gugup Ra. Sumpah."adu Ayyara setelah Maura kembali duduk di depannya.

"Kenapa mom yang gugup? kan daddy yang ijab qobol."ucap Maura heran membuat Ayyara mendengus lalu memalingkan wajahnya. Sejak kapan sih Maura, sahabatnya itu berubah jadi orang yang tidak peka.

"Hehe maaf, mom. Maura tahu kok gimana perasaan mom sekarang, tapi Maura janji bakal selalu ada buat mom, bakal jadi sekutu terkuat mom untuk melawan daddy."ucap Maura penuh keyakinan membuat Ayyara menggeleng lalu melempar tisu yang ada di tangannya ke wajah Maura.

"Emang lo pikir gue sama daddy lo mau perang?"tanya Ayyara kesal membuat Maura mengangguk semangat.

"Tapi perangnya ditunda besok malam ya, mom. Soalnya kalau malam ini takut banyak yang dengar."ucap Maura polos membuat Ayyara melongo. Sahabatnya itu sudah gila. Pasti.

"Lo_"

"Baiklah, kita mulai acaranya. Bismillah__"Ayyara menghentikan ucapannya saat mendengar suara pak penghulu. Tak bisa Ayyara pungkiri, ia memang merasa sangat gugup dan takut.

Apalagi pernikahan ini hanya akan mensahkan status mereka dimata agama belum secara hukum. Hal ini jelas karena pernikahan ini dilakukan secara mendadak dan tanpa persiapan apapun. Bahkan keluarga mempelai pria baru tiba di sini sekitar jam lima pagi. Mereka hanya sempat mandi di rumah masih-masing lalu kembali lagi ke sini.

"Bagaimana saksi?"

"SAH!"

Ayyara langsung melongo seketika. Ia bahkan tidak mendengar apapun dan langsung sah saja.

"Makanya jangan melamun, mom. Jadinya nggak dengar kan."ucap Maura sambil tertawa membuat Ayyara memalingkan wajahnya malu.

Cklek

"Ayyara sayang, aduh ibu punya mantu orang kaya."cerocos Mina setelah membuka pintu kamar.

"Ibu."tegur Ayyara, di kamarnya kan ada Maura juga.

Suamiku Ayah SahabatkuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang