Terlintas ide di benak Agatha untuk berterimakasih kepada Abraham, dengan cara yang tidak biasa.
Dengan sisa-sisa bahan untuk membuat kue kemarin, Agatha berniat untuk membuat kue bertujuan untuk mengucapkan terimakasih kepada Abraham.
Agatha sudah siap dengan Celemek yang sudah melekat di tubuhnya. Ia mulai mengambil bahan-bahan satu persatu.
Adonan sudah ia buat sekarang waktunya mencetak dan mengukus adonan kue tersebut.
Searang adonan sudah masuk ke dalam Oven. sambil menunggu kue matang, Agatha membersihkan dapur yang lumayan berantakan.
Agatha meregangkan sebentar otot-otot jya yang terasa sedikit pegal.
"Huftt, capek juga ya." gumam Agatha.
"Kamu bikin kue?" tanya Ratna yang mengangetkan Agatha.
Agatha terlonjak kaget. "Ya ampun mah, bikin kaget aja."
Ratna terkekeh sebentar. "Maaf ya mamah gak sengaja."
"Gapapa kali mah."
"Kamu belum jawab, kamu bikin kue lagi?"
Agatha mengangguk. "Tapi ini bukan buat Agatha."
Alis Ratna menyatu yang menandakan bahwa Ibu satu orang anak itu bingung. "Terus buat siapa?"
"Kemaren Agatha pulang bareng sama temen Agatha, Jadi ya, Ini sebagai ucapan terimakasih."
"Temen apa temen?" goda Ratna.
"Temen lah mah."
"Yaudah sana kamu mandi aja, biar kue nya mama yang urus." ucap Ratna.
"Bener mah?"
"Iya bener sayang,"
Agatha memeluk sebentar Ratna. Lalu melepaskannya dan Agatha berjalan menuju kamarnya dan memebersihkan tubuhnya.
20 menit kemudian
Kini Agatha sudah berada di dalam mobil yang dikendarai oleh sang supir
"Ini teh mau kemana neng?" tanya mang Ujang.
"Sebentar ya mang, Agatha mau nanyain alamat nya dulu."
"Oke neng, kalo gitu mang ujang manasin mobil heula atuh ya!"
Agatha membuka handphone nya dan menelfon Belva untuk menanyakan alamat kediaman Abraham.
"Hallo." sapa Belva di sebrang sana.
"Halo."
"Ada apaan dah?"
"Alamat Abraham dimana?"
"Mau apa lo kesana hayoo."
"Udah napa kasih tau aja cepet."
"Jalan Melati No 16."
Tut.
Panggilan di matikan sepihak oleh Agatha, Agatha sama sekali tidak ingin membuang waktunya sia-sia hanya karna menelfon bersama Belva.
***
Kini Agatha sudah berada di depan kediaman Abraham. Rumah abaraham bak Istana, sangat besar dan mewah pastinya.
Dengan langkah yang ragu Agatha menemui satpam yang berada di rumah Abraham.
"Misi pak!"
"Iya, ada keperluan apa ya?"
"Saya mau ketemu sama Abraham bisa?"
"Mari, saya antar."
Pintu gerbang sudah terbuka dan terlihatlah rumah yang sangat besar. Agatha mulai mengetuk pintu rumah abraham
Tok.. Tok.. Tok
Terbukala pintu dan menampakan sesosok perempuan yang terlihat sudah lumayan berusia dengan senyum menawanya.
"Permisi tante." ucap Agatha sambil menunduk dan mencium telapak tangan ibu itu.
"Iya, kamu siapa ya?" tanya Denia.
"Saya Agatha tante, temennya Abraham."
"Saya Denia ibunya Abraham."
Agatha menganguk menanggapi ucapan Denia. "Boleh saya ketemu Abraham tante." ucap Agatha sopan.
"Boleh, ayuk masuk dulu."
Langkah pertama Agatha masui ke dalam rumah Abraham, yang lebih mewah dan megah dari luar sana.
"Kamu duduk dulu ya, tante panggil Abrahamnya dulu."
Agatha mengangguk sambil tersenyum . "Iya tante"
Denia meyuruh asisten rumah tangganya untuk membuatkan Agatha minuman. Lalu denia berjalan ke arah kamar abraham
Suara kaki Abraham yang meuruni tangga sangat terdengar di indra pendengaran Agatha.
Demi tuhan, Agatha gugup setengah mati. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya, dan jangan lupakan jantungnya yang sudah berdebar kencang.
"Ada apa?" tanya Abraham Setelah duduk di samping Agatha.
"Ini." ucap Agatha sambil menyodorkan kue yang tadi ia buat.
"Buat gue?"
Agatha mengangguk lalu tersenyum. "Iya."
"Acara apa nih?" selidik Abraham.
"Ini sebagai ucapan terimakasih gue buat lo."
"Diminum dulu Agatha" ucap Denia
"Ya ampun tante, Agatha jadi ngerepotin ya"
"Gak kok."
Denia menatap sebuah plastik yang mungkin berisi makanan.
"Boleh tante makan?" tanya Denia menatap Agatha dan Abraham.
"Boleh kok tan."
"Gak boleh lebih dari satu makanya. " peringat Abraham
Denia membuka kotak yang berisi kue itu. Harumnya sudah tercium hingga ke indra penciuman Abraham
Denia mengambil satu kue dan memakanya. "Enak banget, kamu buat sendiri?" tanya Denia sambil memakan kue lagi dan lagi.
"Iya tan, Agatha buat sendiri."
Denia terus memakan kue tanpa henti, sangat lezat kue yang Agatha buat.
"Kapan-kapan boleh dong tante minta ajarin bikin kue"
"Boleh banget tan"
Abraham mengambil kotak kue itu dan menutupnya. "ini kan buat Abraham kenapa mama yang makan?" ucap Abraham sedikit kesal.
"Pelit kamu, Agatha aja bolehin."
"Tapi nanti abis mah, Abraham juga mau nyobain"ucap Abraham.
"Oke, biar nanti mamah sama Agatha bikin kue yang banyak, tapi kamu ga boleh minta se.di.kit.pun." ucap Denia diakhiri penekanan.
"Gak bisa dong mah, masa mamah gitu sama Abraham."
"Kamu juga gitu sama mamah"
"Udah! Udah! Gak anak gak mamah sama-sama gak mau ngalah." ucap Akbar menengahi.
"Mamah cuma bercanda kali pah."
"Abraham juga"
"Udah, malu tuh diliatin."
TBC.
[SUDAH DIREVISI. REVISI HANYA MEMBERNARKAN TATANAN PENULISAN SAJA.]
KAMU SEDANG MEMBACA
Agatha [PROSES REVISI]
Teen Fiction[HIATUS SEMENTARA] "proses hiatus karna aku mau nyelesain satu cerita yang lain dulu. Gak akan lama kok" . Agatha Adonia namanya perempuan dengan seribu satu kecantikan yang ia punya tak hanya kecantikan ia juga memiliki sifat ramah tamah yang ia pu...
![Agatha [PROSES REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/207653823-64-k540312.jpg)