Agatha | 14

2.9K 108 1
                                        

Sesuai janji nya kemarin untuk mengembalikan jaket milik Abraham. Kini Agatha sudah berada di depan kelas Abraham.

"Lama banget tu cowok dateng, lumutan gue lama-lama."

Agatha memilih untuk menaruh tas nya terlebih dahulu dan nanti kembali lagi ke depan kelas Abraham. 

"Jaket abraham?" tanya Syakira. 

"Iya, mau gue balikin orangnya belom dateng."

"Tunggu aja." usul Syakira. 

"Gue udah nunggu dua puluh menit, dia tetep ga dateng, yaudah gue ke kelas dulu."

"Oh gitu tohh."

Syakira berdiri. "Gue ke toilet dulu ya." pamit Syakira.

"Perlu gue temenin?"

"Gausah, lo kira gue masih anak Tk."

Agatha terkekeh. "Yaudah Ati-ati."

Syakira berjalan ke arah luar kelas, dan menemukan Abraham yang sedang duduk di depan kelas Agatha. 

"Ehem, ngapain?"

"Agatha." ucap Abraham. 

"Bentar ya, gue panggil dulu."

"Agatha ada yang nyariin lo!!!" teriak Syakira

"Siapa?"

"Lo liat aja sendiri, gue udah kebelet." ucap Syakira.

Agatha berjalan ke luar kelas, lalu menemukan Abraham. 

"Lo tadi ke kelas gue?" tanya Abraham.

"Iya."

Abraham menepuk tempat kosong di sebelahnya yang di angguki oleh Agatha. 

"Nunggu gue lama?" tanya Abraham.

"Lumayan."

"Ada perlu apa nunggu gue tadi?" tanya Abraham. 

Seketika Agatha teringat akan tujuannya untuk menemui Abraham. 

"Bentar, gue ambil dulu."

Agatha mengambil jaket Abraham lalu keluar lagi menemui Abraham.

"Nih!" ucap Agatha sambil menyodorkan bungkusan yang berisi jaket Abraham. 

"Jaket?"

"Iya." jawab Agatha lalu duduk lagi di samping Abraham. 

Abraham membuka dan ia dapat mencium wangi dari jaket nya. "Wangi." ucap Abraham. 

"Iya lah, secara gue nyuci tu jaket pake VVIP, terus gue rendem pake pewangi semaleman." ucap Agatha. 

"Selama itu?"

"Ya, karna kan jaket lo kotor gara-gara gue."

"Thanks ya!"

"Gue yang makasih malah karna udah ngerepotin lo terus."

"Gapapa santai aja." ucap Abraham.

"Yaudah gue duluan ya." pamit Abraham

"Tiati lo."

"Iya, bawel!"

Saat Abraham sudah pergi entah mengapa jantung Agatha berpacu lebih cepat, serasa ingin copot saja.

"Jantung gue, dag dig dug." ucap Agatha sambil tertawa.

"Gak mungkin kan gue suka sama dia, secara gue sama dia berantem terus kalo ketemu."

"Paling cuma jantung gue aja yang emang lagi pengen deg-degan." asal Agatha.

"Eh tapi ga mungkin juga lah."

"Bodoamat lah, ngapain di pikirin."

Agatha masuk lagi ke dalam kelas, lalu duduk dan menonton Drakor nya yang sempat tertunda.

Agatha tidak sadar jika diluar sedang ada ramai-ramai. Karna ia yang menggunakan Earphone dan menonton dengan serius.

***


"Agatha!!" ucap Afkar ngos-ngosan.

Agatha masih tidak mendengar karna masih menggunakan Earphone. 

Afkar menarik Earphone dari telinganya agatha. "Apaan sih lo!" kesal Agatha kesal. 

"Abraham, hosshh Abraham hoshhh,"

"Atur napas lo dulu, baru ngomong." ucap Syakira. 

Setelah dirasa nafasnya sudah teratur Afkar mulai menjelaskan semua kejadian. "Abraham berantem sama Bima."

Bima adalah salah satu musuh bebuyutan Abraham sejak dulu sampai sekarang. Namun Bima tidak pernah mengusik kehidupan Abraham, namun ia hanya iri karna kepopulerannya Abraham.

"Terus hubungannya sama gue?" tanya Agatha sambil menaikan satu alisnya.

"Dia kalo marah serem, ga bisa di hentiin, jadi gue mohon, buat lo tolong berhentiin Abraham." pinta Afkar. 

"Oke-oke." pasrah Agatha

Ternyata benar diluar sudah ramai sekali warga sekolah yang menonton acara pukul-memukul antara Abraham dan Bima. 

Agatha berlari lalu menyelip-nyelip di kerumunan siswa maupun siswi demi sampai di depan Abraham.

"Abraham stopp!!!!!" teriak Agatha. 

"Minggir Tha." ucap Abraham dingin.

"STOPPPP!!!!!" teriak Agatha keras.

Tidak ada respon dari Abraham, malah Abraham makin menjadi-jadi untuk memukuli Bima Begitupun sebaliknya.

Tak ada pilihan lain, akhirnya Agatha memilih cara yang lumayan berbahaya.

Agatha memeluk tubuh Abraham erat dengan tujuan agar Abraham berhenti untuk memukuli Bima.

Deg!

Jantung gue. Batin abrham

Abraham terpaku dengan pelukan Agatha. Sudah lama ia tidak mendapatkan pelukan dari seseorang perempuan selain sang ibu. 

"Bubarrrr woy!!! Bubar." teriak Afkar yang dijawab sorakan dari siswa/i.

Agatha masih memeluk tubuh Abraham dengan erat dan semakin erat. Abraham tidak membalas pelukan Agatha namun ia juga tidak menolak pelukan Agatha. 

Dengan segera Agatha melepas pelukannya "Maaf gue ga ada maksud buat meluk lo." ucap Agatha. 

Tidak menjawab, namun Abraham langsung menubruk tubuh Agatha dan membawa nya ke dalam pelukannya. Kali ini Agatha yang terkejut, bukan hanya Agatha namun semua siswa/i yang menonton pelukan ini di balkon kelas nya.

"Biarin gini dulu lima menit, gue pengen ngerasain meluk perempuan lagi selain mama gue." lirih Abraham. 

Tanpa berfikir lama Agatha langsung membalas pelukan Abraham. Kini mereka sudah terlihat seperti Couple yang sangat cocok.

TBC.

Agatha [PROSES REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang