Agatha | 44

3K 107 17
                                        

Selamat membaca...

Retna dan Fadli kini sedang berada diperjalanan. Mereka sangat tak sabar untuk bertemu Agatha.

"Cepet Fad, aku gasabar." ucap Retna.

Fadli tersenyum, "Sabar Retna,"

"Kan kasian Fad, Agatha lagi sakit."

"Iya Retna aku tau, tapi kita jangan terlalu panik."

Mereka keasikan mengobrol hingga Fadli tak terlalu memeperhatikan jalanan, karna tak ingin menyueki Retna.

"FAD AWAS FAD!!!" pekik Retna.

Fadli segera melihat, dan ada sebuah truk besar yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Dan Fadli langsung membelokan stirnya ke kiri demi menghindari hantaman dari truk itu.

Dan mobil yang ditumpangi oleh Fadli menabrak sebuah pembatas jalan.

Fadli terlihat melindungi kepala Retna dengan pelukannya. Karna tak ingin istrinya terluka.

Jadilah, Fadli yang menghantam keras dashboard. Terlihat sekali ada cairan merah yang mengalir dari pelipis Fadli.

Retna membuka matanya, ia kira ia sudah menghantam dashboard. Tapi nyatanya malah suaminya, suaminya melindunginya.

"Fad." ucap Retna lirih.

Fadli tersenyum, "Maaf."

Sedetik kemudian Fadli pingsan. Dan Retna dapat melihat disekelilingnya ada sekitar 5 orang polisi.

Dengan cepat Retna membuka pintu mobil dan menghampiri polisi itu, "Pak tolong, suami saya Pak!"

"Baik bu!"

Mereka langsung membawa fadli menggunakan Ambulance, dan beberapa polisi yang lain meminta keterangan saksi yang melihat peristiwa tadi.

***

Agatha kini ingin mengambil segelas air minum yang berada di nakas. Tapi tiba-tiba gelasnya jatuh.

Gelasnya jatuh, tapi perasaanya tak karuan seperti ini.

"Yaampun, lo diem biar gue yang nyuruh OB bersihin." pekik Kenzo.

"Zo, perasaan aku ga enak."

Kenzo menghembuskan nafasnya, "Udah, mungkin cuma perasaan lo aja."

OB langsung datang dan membersihkan pecahan gelas itu.

Entahlah, Agatha sekarang memikirkan kedua orangtuanya. Apakah mereka tak apa-apa?.

Semoga saja kedua orangtuanya tak papa.

Ya, semoga..

***

Kini dirumah sakit terdekat dari tempat kejadian. Retna menangis sambil memegang tangan Fadli.

"Fadli, bangun Fad." panggil Retna lirih.

Fadli di bawa ke UGD karna kekurangan darah yang lumayan banyak.

"Ibu mohon maaf, ibu bisa tunggu diluar? Pasien akan kami tangankan."

Dengan pasrah Retna menunggu fadli dari luar UGD. Ia menangis, menangisi kesalahannya. Mengapa ia harus mengajak Fadli berbicara.

30 menit kemudian...

Dokter keluar dari ruang UGD. Dan retna langsung menghampiri dokter.

"Gimana suami saya dok? Gapapa Kan? Atau ada luka serius dok? Terus sekarang suami saya udah sadar belum dok?"btanya Retna dengan beruntun.

Agatha [PROSES REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang