Indonesia, today.
Radith mengecek jam tangannya untuk kesekian kali. Ia sudah terlambat dari waktu yang ia janjikan untuk bertemu dengan teman lamanya. Fajar Ramadian. Sudah cukup lama sejak terakhir kali ia bertemu dengannya. Minggu lalu ia menelepon untuk mengajaknya bertemu. Katanya ada sesuatu yang harus ia bicarakan. Namun seperti biasa, ia datang terlambat.
"Hey!" Sahutnya, menyapa temannya yang terlihat sedang sibuk dengan bukunya.
"Hei! Kebiasaan lo ya emang gak pernah berubah jir! Telat mulu!" Sahutnya.
"Iya deh.. maaf.. kalau dokter memang harus selalu sigap dan tepat waktu ya sekarang." Balas Radith terkekeh.
"Gue pusing jadi dokter Dith, pengen jadi gembel aja kayak jaman SMA dulu." Jawab Rama yang juga terkekeh.
"Gila lo."
"Asli.. gue udah gila. Ngomong-ngomong, gimana kabar lo?" Tanyanya.
"Gue baik. Lo gimana?"
"Gue pun."
"Syukur deh. Btw lo mau ngomong tentang apaan sih?" Tanya Radith.
"Dith, lo usulin dong di grup kelas. Kita buat acara apa kek gitu, semacem reuni jaman SMA dulu." Kata Rama.
"Reuni?"
"Yes.."
"Dipikir-pikir udah sepuluh tahun aja berlalu ya."
Yes, time flies.
"Iya kan! Gue pun berpikir seperti itu. Tapi nanti lo yang akan kasih tau ide ini di grup, gue bakal up dan ikut koordinir deh! Ajakin Jaka juga! Seperti biasa.. kita bakalan butuh vila dia di Bogor!" Seru Rama sepertinya bersemangat.
"Bisa tuh boleh! Ok deh coba gue raise isu di grup ya!" Kata Radith pada temannya itu. "Grup itu udah banyak laba-labanya deh saking gak pernah ada yang chat."
"Ya gimana.. 10 tahun.." Tukas Rama. "Eh.. lagu jadul nih." Celetuk Rama.
"Hm?"
"Lagu yang diputer ini lagu jadul yang hits banget dulu." Jawab Rama random.
Well I'm so above you..
And it's plain to see..
But I came to love you anyway ..
Sejenak Radith terdiam ketika mendengar lagu yang kini diputar. Iagu ini mengingatkannya pada memori lamanya.
Oh, oh-oh I got a love that keeps me waiting
Oh, oh-oh I got a love that keeps me waiting
I'm a lonely boy
I'm a lonely boy
Kemudian memorinya berjalan liar menuju masa ketika dirinya masih merupakan seorang pemuda naif dengan mimpi besar untuk menjadi seorang musisi. Waktu ketika untuk pertama kalinya ia bertemu dengan gadis bernama Amira Sera..
....
.....
London, 2011
"Dith.. inget jangan lupa setelah sampai di sana kamu kabarin Mama secepatnya ya. Om Rayan udah Mama kasih tahu untuk jemput kamu di Bandara. Inget juga untuk hati-hati di sana, jangan macem-macem. Plus kamu udah janji ke Mama sehabis pulang dari London ini kamu akan daftar tes universitas." Kata Mamanya.
"Iya Ma." Jawab Radith. Ia sebenarnya tidak benar-benar berjanji pada Mamanya. Ia tidak berniat sama sekali untuk meneruskan kuliah. Ia telah memutuskan untuk menjadi seorang musisi.
Sambil menunggu koper yang ia bawa diturunkan dari mobil, Radith melihat sekeliling terminal bandara keberangkatan internasional yang saat ini dipenuhi oleh hiruk pikuk manusia. Matanya kemudian berhenti pada seorang gadis yang menunggu seorang diri sambil bersidekap dan mengetuk-ngetukkan kakinya dengan tidak sabar. Rambutnya diikat kebelakang, kepalanya ditutupi oleh topi hitam ala kadarnya. Kemudian Radith memperhatikan gadis itu lebih seksama, di hidungnya terpasang piercing yang menurut Radith terlihat keren. Tidak mungkin orang tuanya mengijinkan memakai piercing di wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
STRINGS
ChickLitSebuah cerita tentang pertemuan antara Radith dan seorang gadis bernama Sera. Pertemuan itu singkat namun melekat. This is not your average tale of serendipity Meeting and parting, not as simple as they might think This is my #3 writing attempts. Pl...
