Minju menurut, dia mengelap mulutnya dengan tisu yang selalu dia bawa di saku bajunya terlebih dahulu sebelum membuka pintu toilet.
Saat pintu toilet setengah terbuka, Siyeon mengasihkan tas milik Minju.
"Nju, gue ga bisa lama lama, gue harus latihan dance, tadi gue udah telpon abang lo suruh kesini, gue duluan ya nju, sorry," pamit Siyeon, kemudian meninggalkan toilet dan berlari ke ruang latihan dance.
Minju mengangguk, tetapi tidak bisa dilihat oleh Siyeon karena dia sudah pergi terlebih dahulu.
Minju membuka tasnya dengan tergesa, dia mengeluarkan testpack yang baru saja dia beli tadi pagi.
Minju membaca bungkus testpack tersebut dengan teliti, "Oke Minju, tunggu lima belas menit," kata Minju kepada dirinya sendiri.
Minju mengecek dengan sepuluh testpack sekaligus, karena dia butuh hasil yang akurat.
Sambil menunggu, Minju jongkok di pojok toilet sambil menutup matanya dengan kedua tangan.
garis satu garis satu ayo lah please doa Minju dalam hati.
Minju membuka kedua tangannya, kemudian melihat ke arah jam tangan yang tertempel di tangan kirinya, hadiah dari Jaemin dua minggu yang lalu.
"Udah lima belas menit ya?" tanya Minju pada diri sendiri lagi.
Minju mengecek sepuluh testpack yang dia pake tadi.
"Oke, ayo hitung Kim Minju," gumam Minju lalu menghitung dan melihat testpack satu per satu.
Minju membulatkan matanya, "Garis dua?!" kata Minju, kaget.
Minju menghitungnya kembali, "Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, GARIS DUA SEMUA?!" kata Minju kaget sampai ga sengaja teriak.
Minju menangis, "Jae.." rintih Minju di sela tangisnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yohan berlari dari ruang dance ke arah kantin dengan cepat, sampai diliatin sama anak gengnya tapi Yohan ga peduli karena dia lebih mementingkan adek kecilnya.
Sampai di toilet dekat kantin, Yohan berteriak, "DEK, KAMU DIMANA?!" teriak Yohan cemas.
Minju yang mendengar teriakan sang kakak pun segera mengelap air matanya, dan bergegas memasukan testpack yang sudah dipakai tadi ke tasnya kembali.
"DEK MINJU," teriak Yohan, berusaha memanggil adiknya.
Minju segera membuka pintu toilet, dan keluar dari tempat ini.
Yohan cengo karena melihat adek kesayangannya sekarang dalam keadaan rambut acak acakan dan mata yang sembab, "Kamu habis nangis dek?" tanya Yohan menatap Minju dengan intens.
Minju menggeleng, "Ayo pulang mas," ucap Minju pelan, kemudian menggandeng tangan Yohan.
Yohan melepaskan tautan tangannya dari tangan Minju, "Jujur sama mas dek, kamu habis nangis kan?" tanya Yohan lagi.