Waktu berjalan terlalu cepat, hingga saat nya langit yang tadi nya cerah kini berubah menjadi hitam yang gelap gulita, tampak nya kelap kelip penerangan dari semua anak camp malam ini menjadi hiasan tersendiri di atas puncak, ditambah sekitar 15 menitan lagi acara api unggun serta pertunjukan bebas siswa di mulai. Tampak kesibukan anak anak terlihat sangat jelas, namun kebanyakan dari mereka yang santai santai saja. Untuk para Anggota Osim tampak nya mereka mempersiapkan api unggun, menyusun batang kayu yang kering dengan ranting ranting kecil sebagai bahan bakar utama api unggun.
"Ca kelas kita menampilkan apa?" Pizza bertanya di dalam tenda, kini mereka tengah mempersiapkan diri untuk acara belasan menit yang akan di mulai.
"Hah? Penampilan apaan?" tanya Caca balik, tampak nya Caca juga tidak mengetahui penampilan apa yang akan di tunjukkan kelas nya.
"Lah elu gue nanya malah nanya balik" ucap Pizza lalu ia keluar dari dalam tenda dengan pakain tertutup nya, suhu yang cukup dingin ini membuat Pizza memakai pakaian yang membuat diri nya merasa hangat.
Betapa terkejut nya Pizza ketika diri nya baru saja melangkah keluar dari tenda sudah ada Leo yang menyambut nya dengan deretan gigi rapi nya.
"ASTAGFIRULLAH ADA MONYET JELEK" teriak Pizza terkejut dengan keberadaan Leo yang tiba tiba ada di depan nya.
"Sabar Leee sabar Udah ganteng gini di katain pacar sendiri monyet" ucap Leo sambil mengusap usap dada nya naik turun.
"Lagian siapa suruh ngagetin" ucap Pizza.
"Mana Za mana Monyet jelek?" ucap Caca keluar dengan tergesak gesak ketika mendengar teriakan Pizza dari luar.
Pandangan Caca tepat ke arah Leo yang berdiri tepat di depan Pizza.
"Ohh ini Za monyet Nya? Emang jelek kali Za gausah di katain lagi" ucap Caca nyinyir dengan Leo.
"gue geprek juga lama lama mulut lo Ca!" geram Leo dengan nyinyiran dari Caca.
"lo mau geprek mulut gue? Gue penyet duluan mulut lo" ucap Caca yang tak mau kalah dengan Leo. Pizza memutar mata nya malas dengan perdebatan Leo dan Caca.
"kenapa pacar gue betah temenan sama ondel ondel macam dia" ucap Leo secara dramatis yang menatap Pizza sendu.
"Gue tusuk tusuk juga ginjal lo hah!" ucap Caca berteriak dan hendak di balas Leo dengan teriakan nya, namun teriakan nya tak tersampaikan ketika Pizza lebih dahulu memotong pembicaraan nya.
"Sana lo berdua! Gausah ikutin gue" ucap nya lalu melangkah pergi meninggalkan Caca dan Leo yang diam membisu. Tersadar dari diam nya Leo langsung mencerocos menyalahkan Caca.
"Elo sih Ca ngerayu gue terus! Kan cemburu pacar gue" ucap Leo lalu berlari mengejar Pizza.
"Dingin Za?" tanya Leo yang mengejutkan Pizza.
"ngapain disini? Sono sama Caca aja" tukas Pizza ketus, Leo tersenyum singkat namun di tatap Pizza tajam.
"ngapain senyum senyum!" ucap nya garang.
"gak kok, lo makin cantik aja kalo marah" ucap Leo dengan senyum nya yang masih tercetak,
"tuh bibir ngapain senyum senyum? Gak mungkin kan gak ada sebab nya" tukas Pizza yang masih terlihat garang.
"Lo cemburu sama si ondel ondel?" tanya Leo masih dengan senyum yang tercetak di bibir nya.
"HAH? CEMBURU? AHAHAHAHAHAHAH GILA" ucap Pizza masih dengan tawa yang di paksakan.
"jangan ketawa kek gitu, cemburu nya makin nampak" ucap Leo terkekeh dengan mengusap usap puncak kepala Pizza dengan sayang.
"s si siapa yang cemburu! Halu" ucap Pizza yang tidak mengerti dengan perasaan nya sendiri, entah kenapa ia tidak menyukai Leo yang banyak ngomong sama Caca daripada diri nya, toh dulu nya si Leo dan Pizza kerjaan nya berantem mulu, sekarang apa?
KAMU SEDANG MEMBACA
BECAUSE YOUR NAME [COMPLETED]
Teen FictionMenjahili Pizza adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi seorang Leo Lexiantera Badai. Mengamuk dan menangis. Hal ini lah efek dari kejahilan Leo untuk seorang gadis manis nan cantik. Pizza Sativa Antares. Nama yang aneh kan? Dari nama nya itu lah s...
![BECAUSE YOUR NAME [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/192870540-64-k316374.jpg)