Tut tut tut
Suara mobil Mewah milik Leo berbunyi, pertanda sang pemilik ingin menggunakan mobilnya.
"Lo masuk duluan gih!" pinta Leo pada Pizza, dan ia pun memasuki mobil warna hitam elegan itu tanpa berbicara. Sedangkan Leo ia menghampiri si Abdul motor kesayangannya dengan langkah yang_gagah pastinya.
"Lo gue tinggal dulu ya Dul? Malam ini lo istirahat aja dulu, gue mau pergi bentar aja kok." tutur Leo yang tak waras sambil mengelus ngelus si Abdul dengan lembut. Sedangkan Pizza melihatnya lewak kaca mobil hanya cengo dan menepuk jidatnya dengan dramatis.
"gila level berapa sih ni anak? Benar benar membutuhkan pertolongan pertama rumah sakit jiwa!" ucap Pizza dalam mobil.
"Dadah sayangnya Leo" ucap Leo lagi sambil melangkah menuju mobil dan tidak lupa melambaikan tangannya kearah Abdul.
Ketika Leo memasuki mobil langsung disambut dengan Pizza yang menempelkan tangan mungilnya kejidat dan pipi kanan dan kiri Leo secara bergantian.
"Eeeehh apaan si pegang pegang." ucap Leo namun ia tak menyingkirkan tangan Pizza yang masih bertengger di pipinya.
"otak lo masih ada volumenya kan? Gak kosong kan?" pertanyaan yang terlontar dari bibir pink alami Pizza.
" ya ada lah! Lo ngapa sih? Oooo gue tau lo modus aja kan mau pegang pegang wajah gue yang ganteng ini?" tutur Leo yang membuat Pizza menurunkan tangan nya dari wajah Leo.
"najis!"
"Halah bilang najis, bilang aja 'iya Leo gue memang modus buat pegang wajah lo yang ganteng tak tertolong itu' ya kan iya?" ucap Leo yang mendapatkan jambakan dari Pizza.
"Akhhhhh sakit oy lepas tangan lo dari rambut gue!" ucap Leo sambil memegani tangan Pizza yang menjambak rambutnya.
"Gak mau!"
"Lepas oy kambing!"
"Gak mauuuuu" ucap pizza dengan tangan masih setia menjambak rambutnya Leo.
"Lepas! Ntar gue beliin Es cream stroberi deh yang banyak" ucap akhir Leo yang tak tahan lagi dengan rasa sakit kulit kepalanya.
"Janji dulu!"
"Iya janji tapi lepas dulu tangan lo dari rambut gue"
"Beneran kan? Gak boong?"
"Iya gak boong! Gue udah janji dan gue tipe orang pantang langgar janji."
"Okedeh" Pizza yang melepaskan tangannya dari rambut Leo dan mendapat pelototan tajam dari Leo.
"Jangan kebiasaan jambak orang! Untung gue yang lo jambak, kalau orang gimana?" ucap Leo sambil mengusap usap kepalanga dengan ringisan ringisan kecil.
"Emang kenapa kalaunya orang?" tanya Pizza yang tak mengerti maksud Leo.
"Kalau gue yang lo jambak gue gak bakalan jambak balik! Kalau orang kan bisa aja jambak lo balik." ucap Leo sambil menatap manik manik mata Pizza.
"Oooh" balas Pizza sambil memutuskan pandangan mata keduanya.
"Paham gak? Jangan asal ah oh ah oh!"
"Iyee paham!"
*****
Kini mobil hitam Leo telah berparkir dengan rapi di depan Super market. setelah melewati perjalanan yang penuh adu mulut dan saling membacod satu sama lain, kini mereka berdua bergontai melangkah masuk kedalam toko perbelanjaan itu dengan Leo yang berjalan sambil menatap kearah layar hp nya sedang kan Pizza membuka kertas list barang barang yang harus ia beli.
KAMU SEDANG MEMBACA
BECAUSE YOUR NAME [COMPLETED]
Novela JuvenilMenjahili Pizza adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi seorang Leo Lexiantera Badai. Mengamuk dan menangis. Hal ini lah efek dari kejahilan Leo untuk seorang gadis manis nan cantik. Pizza Sativa Antares. Nama yang aneh kan? Dari nama nya itu lah s...
![BECAUSE YOUR NAME [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/192870540-64-k316374.jpg)