Because Your Name

782 73 31
                                        

HAYOYOOO ICA UP LAGI DONG.

WAJIB VOTE SETELAH MEMBACA DAN WAJIB COMMENT SETELAH MEM VOTE!

ICA GAK MAKSA KOK, TAPI WAJIB!










Hembusan angin serta kelap kelip lampu dari jalanan menghiasi pandangan Semua orang. Termasuk Pizza yang sekarang ini di dalam mobil bersama Leo. Setelah makan di restoran tadi Pizza dan Leo memilih menuju pulang.

"Za"

"Hm"

"Za"

"Hmm"

"Pizza"

"Apa Leo" ucap Pizza kesal

"Pizza Sativa Antares"

"APA LEO APAAA"

"Gak papa cuman manggil doang"

Pizza memandang nyalang ke arah Leo.

"Ngapain liat liat kek gitu?" tanya Leo tanpa merasa salah.

"APA? MASALAH?" Ucap Pizza dengan nada tinggi, lebih tepat nya ngegas.

"Busyetttt galak amat!"

"BODO AMAT"

"Ngegas selalu no 1"

"MAU APA SIH LEO HAH? JANGAN BIKIN EMOSI!"

"Situ nya aja yang emosian! Lo lagi anu ya?" tanya Leo dengan ragu ragu.

"ANU APAAN?"

"jangan ngegas"

"GAK BISA"

"Kenapa gak bisa"

"GAK TAU! ENAK NYA NGEGAS KALO NGOMONG SAMA LO"

"bagus!"

"APANYA YANG BAGUS?"

"rumput tetangga"

"Hah?"

"Bagus kalo lo ngegas nya sama gua aja, gak ke cowok lain. Kalo muka lo ngegas keliatan lebih comel gitu." ucap Leo dalam hati. Terlalu gengsi bagi seorang Leo mengakui semua pujian untuk Pizza.

"dih ngapa diam?" ucap Pizza dengan cibiran.

"Siapa?"

"Elo lah"

"yang nanya wahhahahahhahahaha" Leo tertawa puas ketika melihat wajah Pizza yang merah menahan emosi lantaran ulah diri nya.

"ngapa tuh muka kek tomat busuk? Jelek amat!" timpal Leo lagi.

"masih gua dengerin, belom gua sledeng" ucap Pizza sambil menetral kan emosi nya.

"ngomong seolah olah mampu nyeledeng orang aja! Bawa badan sendiri aja masih nyusahin orang. Dasar unyil" ucap Leo. Namun Pizza tak menjawab apa apa, ia hanya memandangi Leo dengan tatapan seperti malaikat maut yang mau menyabut nyawa sesorang dengan sadis.

"oy muka jangan kek gitu! Serem" tegur Leo namun detik keberikut nya tangan Pizza sudah menjambak rambut Leo dengan cepat dan lincah.

"AGRHHHHHHH SAKIITT TAI" ucap Leo yang berusaha melepaskan jambakan tangan Pizza dari rambut nya. Namun sama sekali tak di hiraukan Oleh Pizza.

"Bilang ampun dulu!" ucap Pizza yang tetap setia menjambak rambut Leo.

"I i i i ya ampun!"

"Minta maaf!"

"Maafin Leo yang ganteng ini!"

"Yang bener!!

"itu sudah bener" ucap Leo.

BECAUSE YOUR NAME [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang