Percaya

681 51 22
                                        

Lagu yang di nyanyikan Leo untuk orang spesial nya pun telah selesai ia nyanyikan dengan petikan gitar yang sangat handal. Tatapan nya masih tak luput dari manik mata bulat nya Pizza, begitupun dengan Pizza yang masih terdiam membisu dengan gobrakan jantung seakan akan menggedor kuat dinding dada nya.

" Za jangan lupa nafas, ntar Lo mati. Kalo Lo mati separuh jiwa gue ilang." ucap Leo terkikik dengan tingkah Pizza yang tampak masih terbawa suasana tadi.

Beberapa detik kemudian ia sadar dengan tingkah bodoh nya yang masih diam mematung di sana, dengan tatapan yang masih tenggelam di dalam manik cokelat nya Leo.

" Jangan lupa kedipin mata Lo Za, gue tau gue ganteng, jadi jangan di liatin terus gue nya, takut ga tahan ntar jungkir balik lagi gue nya" ucap Leo dan membawa Pizza menjauh dari gerombolan manusia yang tengah histeris melihat sikap manis nya kepada Pizza.

"woyyy boss Lo mau kemana dah? setelah ngebuat kegaduhan para cewek Lo main pergi aja! " Teriak Dior kepada Leo dan Pizza, namun tak di di ubris ke dua nya.

" Biarin aja kali Yor, mau pacaran juga!" Ucap Abay   menahan bahu Dior yang hendak mengejar Leo dan Pizza.

" Syirik mulu nih bocah" sindir Caca pada Dior

" Eh monyet sekate Kate kalo ngomong! Dimana mana nih ya yang nama nya Dior Genta Abiyara_

" Bacod lu MC Ghibah! " Ucap Caca yang membuat Dior tak terima akan hinaan Caca untuk diri nya.

"Ngomong apa barusan?" Tanya Dior yang  sangat dekat dengan tubuh Caca dan mambuat Caca menginjak kaki Dior.

"AAaaaghhhhhhh Kaki gueeee Caca kerempeng ggg " teriak Dior tak sadar kalau diri nya tengah menjadi bahan tontonan para anak anak yang ada di sana.

" Apa liat liat hah! Ganteng? Udah dari lahir!" Ucap Dior dengan narsis nya.

" Urusin temen Lo" ucap Aksa kepada Abay dan Zein.

" Bukan temen guaaaa" ucap Abay yang menghindar dari Dior.

*******

Entah kemana Leo membawa diri nya, Pizza gak tau. Dengan setia ia mengiring kemana kaki Leo melangkah, suhu yang dingin, detakan jantung yang masih terpacu cepat, tubuh yang gemetar, kini kaki Pizza terhenti tak jauh dari tempat api unggun tadi. Lebih tepat nya ia berada di tempat yang sangat indah, tempat yang memperlihatkan jutaan bintang yang bersinar dengan cahaya nya yang membuat Pizza terdiam sesaat sebelum diri nya menutup mulut karna kagum dengan apa yang ia lihat sekarang ini

" Gimana? Indah?" Tanya Leo yang di angguki oleh Pizza dengan antusias.

" liat bintang yang paling besar disana gak Le? Itu yang paling bersinar." Tanya Pizza sambil m nunjuk ke arah utara.

" Gausah nyari ke atas langit gue udah nemuin bintang yang paling bersinar" gumam Leo dengan arah mata mengikuti telunjuk Pizzza.

" Emang ada? Mana coba sini gue mau liat" ucap Pizza sambil melihat lihat ke arah mana mata Leo memandang.

"Gausah di cari, bintang nya ada di samping gue" ucap Leo sambil menatap mata Pizza dengan intens yang penuh kelembutan.

"Mana mana mau liat dong!" Ucap Pizza yang masih kurang paham dengan omongan Leo, padahal dengan susah payah diri nya merakit kata kata yang terdengar serius tanpa candaan yang biasa nya ia lakukan.

" Susah elah ngomong sama orang lemot kayak lu Za!, Bintang yang gue maksud itu elo! diri Lo! bukan siapa siapa. Bagi gue Lo tu bintang yang paling bersinar dari pada bintang yang lain Za, elo bintang kedua yang paling terang di hidup gue setalah Mama gue. Asal Lo tau Za, gue dari lama suka sama Lo, udah dari lama juga gue sayang sama Lo. cuman gue gak ngerti harus ungkapin nya dengan cara apa Za, gue coba pake cara gue sendiri, gue ganggu Lo Za tiap hari bahkan tiap saat kita ketemu,  karna apa? Karna dengan cara itu gue bisa Deket sama Lo, walaupun gue sering ngebuat Lo marah bahkan menangis, tapi gue seneng bisa kenal dengan Lo pake cara kayak gitu, karna Lo mudah ngingat gue. Dengan cara gue ganggu lo, jahilin Lo, gue rasa itu udah cukup ngebuat diri Lo kenal sama gue. mungkin dulu waktu kita satu SD gue udah ada rasa sama lo, cuman gue gak paham waktu itu, gue gak ngerti perasaan apa yang ada dalam hati gue, gue kira cuman perasaan sebagai teman aja tapi nyata nya apa? Semakin kesini nya gue makin gak bisa ngendaliin perasaan gue sama Lo, mungkin ini terdengar lucu bagi lu Za. Lo boleh ngakak Za setelah Lo denger isi hati gue saat ini. tapi hal yang perlu Lo tau gue serius Za. Gue gak lagi bercanda atau lagi ngeFrank lo. Semua ini gue ucapin dengan jujur." Ucap Leo tanpa nafas, dengan tatapan penuh harap ia memegang tangan Pizza dengan lembut membawa nya ke arah dada nya.

" Bahkan jantung gue pun gak bisa boong Za, bisa rasakan sendiri kan? Dan Lo percaya kan sama gue?"

"Gue ga bisa" cicit Pizza pelan sembari menundukkan kepala nya.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

" Ga papa kok Za, gausah gak enak kek gitu sama gue, gue juga gak bakalan maksa atau ngenuntut lu buat ngabulin atau ngelakuin apa yang gue harap kan." Ucap  Leo susah payah, beberapa kali ia meneguk air liur nya guna membasahi kerongkongan nya yang mengering tiba tiba. Namun Pizza tetap diam yang masih menundukkan kepala nya. Merasakan hal yang amat canggung Leo pun mengajak Pizza kembali ke api unggun.

" Yaudah yu Za kita ke sana lagi,  anak anak pasti nyariin Kemana kita sekarang"

Pizza menegakkan kepala nya kembali. Dan menahan tangan Leo dan ia genggam dengan tangan mungil nya yang terasa dingin. Pizza gugup bahkan ia sangat gugup. Dengan berani dan lantang ia berbicara.

" Maksud gue, gue gabisa mencari titik ke bohonga di mata lo, bahkan gue percaya kalo jantung Lo juga ga boong"

1 detik

2 detik

3 detik

" Jadi maksud Lo?" Tanya Leo dengan tatapan meminta penjelasan atas omongan Pizza barusan.

" Gu gue percaya sama Lo, bahkan gue juga mulai nyaman di dekat Lo. Buat gue selalu nyaman dekat Lo Le, jangan ubah keadaan sekarang." Ucap Pizza dengan senyum yang tak bisa ia tahan.

Leo menatap Pizza dengan tatapan tak percaya, dengan tingkah andalan nya Leo melayangkan jatos nya ke udara.

"AAaaaaaaaaaaaaaaa" teriak Leo memeluk Pizza secara tiba tiba dan membuat sang wanita membulatkan mata nya dengan keterkejutan secara tiba tiba.

" Woyyyyy Bosss sadar! Anak orang bossss! Belom halal kali bos" ucap Dior yang tiba tiba datang di belakang Leo.

" Babi pergi gak lo!" Ucap Leo melepaskan pelukan nya dari Pizza.

" Elah bisa galak amat! Gue gak sengaja nyamperin lu berdua ke sini, tadi nya gue mau ke tenda ngambil salep yang waktu itu lu olesin ke kaki Pizza nah gue denger ada yang teriak yaudah gue samperin aja  ehhhh ternyata ada pasangan Mesum di sini" ucap Dior yang membuat mata Pizza dan Leo membulat secara bersamaan

" Bangsat kita bukan pasangan Mesum njing" ucap Leo secara kasar pada temen nya yang satu ini.

"Terus gue liat barusan ngapain?" Tanya Dior menaikkan sebelah alis nya, Pizza pun menyembunyikan pipi merona nya, untung saja di sini gelap jika tidak habis lah diri nya yang ketahuan blushing.

" Pergi gak lo! Dan satu lagi, kalo ada yang tau soal ini gue bisa jamin Lo bakalan gue mutilasi."

" Uang tutup mulut mana?" Ucap Dior dengan kikikan tak jelas.

" Gue hajar juga lama lama nih Babi" ucap Leo.

" Ahahahahahahahhahah tenang deh bos, gue bakalan tertutup rapat selama uang jajan gue Lo tanggung." Ucap Dior yang berlari sekencang mungkin untuk menghindari amukan Leo .

















Woyyyy udah lama banget kan gue gak up:)  so baca terus pantang mundur yakaaaan😘

Gue paling gabisa ngetik adegan romantis atau beper baperan gitu, maklumin aja yekan😂

Lupyu bagi kalian yang tetap stay di lapak nya akuuh❤️

BECAUSE YOUR NAME [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang