sisi manis Leo

768 52 11
                                        

HAYOYOOO ICA UP LAGI DONG.

WAJIB VOTE SETELAH MEMBACA DAN WAJIB COMMENT SETELAH MEM VOTE! 

ICA GAK MAKSA KOK, TAPI WAJIB!










Setelah melewati perjalanan yang begitu jauh, sekarang mereka semua telah tiba di tempat tujuan, namun posisi sekarang tidak lah di atas puncak, melainkan masih dalam kawasan hutan yang terjaga rapi, indah, bersih dan asri, di sana mereka harus menepuh jalan kaki sekitar Satu jam penuh untuk mencapai bukit yang ingin di tuju.

"Anak anak mohon kumpul sebenter di sumber suara!!" suara Khas milik Pak Salehan menggema begitu saja,

"Zen Zen kita di sini aja! Biarin mereka pada ngumpul dengerin bacotan Pak Salehan." ajak Dior pada Zein.

"Astagfirullah nak tobat nak tobat!" jawab Zein yang mampu membuat Dior berdecak kesal.

"salah kalau lo ngajak si Zein, coba lo ajak si Abay udah tanpa pikir dia nerima ajakan lo" ucap Aksa dan di balas Abay dengan menjabat tangan Aksa seolah olah Aksa guru ilmu ilmu sakti.

"aduhhh guru ku yang terhormat kata kata anda bener banget" ucap Nya sambil menjabat tangan Aksa, Aksa tak menolak ia membiarkan tangan nya di pegang hormat oleh Abay.

"ayok lah cepet! Muka Pak Salehan udah glowing tuh nunggu kalian" ucap Aksa dan di angguki oleh yang lain.

"eh tunggu dulu! Leo sama Pizza mana?" tanya Zein.

"masih di Bus" ucap Aksa

"ngapain?" tanya Dior.

"Pizza masih tidur kata Leo tadi, gak enak ngebangunin" jawab Aksa apa ada nya.

Leo meminta Aksa agar menghubungi nya ketika Perjalanan menuju puncak di mulai, karna ia tak tega membangunkan Pizza yang begitu kelelahan akibat perjalanan tadi.

"Anjayy gabisa di biarin nih" ucap Dior yang hendak beranjak menuju Bus.

"Dior Genta Abiyara! Balik" ucap Aksa memberikan Peringatan.

"apasih Sa jangan di biarain Leo enak enakan Pacaran sedangkan gue gak punya Pacar" ucap Dior yang membuat Zein ikut berkomentar.

"Nak kamu gak boleh membiarkan rasa iri dengki yang ada di dalam hati mu itu menguasai jiwa mu, cobalah ikhlas dengan semua ini" Ucap Zein dengan berlagak Ustadz gadungan.

"Huwanjayyyyy Ustadz kita si Ustad Zein Amanta" ucap Abay dengan menjabat hormat Tangan Zein.

****

Ting

Notif berbunyi dari hp di balik kantong celana Leo.

*Angsa galak

Turun!

Leo membaca pesan dari Aksa dan meletakkan kembali hp nya ke saku celana nya,

"Za za bangun udah sampe" ucap nya sambil menepuk pelan pipi Pizza.

Pizza membuka mata nya secara perlahan dan betapa terkejut nya ia ketika pertama yang muncul di penglihatan nya wajah Leo  dengan jarak begitu dekat.

"Ayo bangun yang lain udah nunggu" Ucap Leo dan mengambil tangan Pizza untuk di gandeng nya.

"kenapa baru di bangunin?" tanya Pizza yang masih mengucek ngucek mata, penglihatan nya masih memburam. Tanpa ia sadari Leo memandang nya dengan lekat,

"jangan di kucek mata nya, ntar iritasi" ucap Leo mengambil tangan Pizza yang sedari tadi mengucek mata nya.

"Nih anak kenapa jadi gini" gumam Pizza pelan namun mampu menembus Pendengaran Leo.

BECAUSE YOUR NAME [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang