Devarmas Agistana

729 75 23
                                        

HAYOYOOO ICA UP LAGI DONG.

WAJIB VOTE SETELAH MEMBACA DAN WAJIB COMMENT SETELAH MEM VOTE! 

ICA GAK MAKSA KOK, TAPI WAJIB!
















"Au" keluh Pizza dengan ringisan kesakitan.

"maaf mbak saya gak sengaja." lelaki itu mengulurkan tangan nya hendak membantu Pizza berdiri. Dan di sambut Pizza dengan menerima uluran tangan laki laki itu,

"maaf mbak sekali lagi maaf, saya gak sengaja" ucap Cowok itu lagi.

"gak papa mas" ucap Pizza dan melihat ke arah cowok yang ia tabrak, sepasang mata saling bertatapan tanpa suara, sesama saling mengenali satu sama lain. Seperti nya cowok itu lebih dahulu mengenali Pizza. Pizza mamutuskan kontak mata nya dan ia sibuk membereskan pembalut yang tercecer di tanah. Dengan rasa malu ia menyembunyikan pembalut itu di belakang badan nya. Lantas ia sangat malu ketika seorang cowok melihat sesuatu yang tak pantas di lihat oleh cowok.

"Lo anak Cakrawala kan?" Pizza mendongkakkan kepala melihat kembali ke arah wajah cowok yang ada di depan nya sekarang.

"Maaf siapa ya?" tanya Pizza dengan heran, namun orang tersebut tak menjawab melain nya tersenyum dan mengulur kan tangan nya ke arah Pizza.

"apa?" tanya Pizza heran dengan maksud uluran tangan cowok itu.

"Kenalan" ucap Cowok itu dengan senyuman lagi.

Pizza menerima uluran tangan itu dengan banyak menyisakan tanda tanya.

"kenalin Nama gue Devarmas Agistana, panggil aja Devar atau apa pun terserah lo kecuali Mas" ucap Cowok itu memperkenalkan diri tak lupa dengan senyum yang tercetak di bibir nya.

" Salam kenal Devarmas Agistana, nama gue Pizza Sativa Antares, lo boleh panggil apa aja, kecuali makanan" ucap Pizza dengan senyuman manis nya.

"kenapa lo tau kalo gue anak Cakrawala?"

"kita udah pernah ketemu sebelum nya" ucap Devar yang tak lupa dengan senyum nya yang mematikan saraf mata para cewek, tak menutup kemungkinan dengan Pizza. Ia pun menyadari kalau senyum cowok yang di depan nya ini sangat lah agrahhhh luar biasa.

Pizza mengerutkan kening nya dan tak lupa dengan banyak pertanyaan yang menyarangi otak nya saat ini.

"dimana?" tanya Pizza dengan meyipitkan mata untuk mengenali wajah cowok yang ada di hadapan nya ini.

"gue yang pernah berantem sama Leo di uks sekolah lo. Ingat?" ucap Devar dengan senyum nya tentu nya.

"hah?" Pizza melangkah mundur menjauhi Devar.

"Gua gak ngapa ngapain lo, tenang aja" ucap Devar yang memahami gerak gerik Pizza.

"eng enggak kok, gue mau ke toilet" ucap Pizza yang tak bohong.

"Gue kira lo ngehindari gue" ucap Devar.

"enggak kok. Gue ke toilet dulu ya" ucap Pizza yang melangkahkan kaki nya menuju toilet.

"tunggu Za" Lantas Pizza membalikkan badan nya kembali menghadap Devar.

"ada apa Gis? Ohya gue panggil lo Agis aja ya?"

"tunggu sebentar di sini ada yang gue serahin ke elo. Dan lo boleh panggil gue sesuka lo" ucap Devar yang melangkah kan kaki nya dengan cepat menuju mobil yang terparkir tak jauh dari posisi ia dan Pizza berdiri sekarang.

"ngapain ya? Serahin apaan?" Pizza membeo sendiri

Tak lama Pizza menunggu sambil menenteng pelastik pembalut di tangan nya, akhirnya Devar muncul kembali dengan membawa paper bag bermotif batik di tangan kanan nya.

BECAUSE YOUR NAME [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang