Kasihan atau Khwatir

989 135 38
                                        

Ada gak yang nungguin kapan updatednya cerita gue?

Bantuin author cari yang typo yak!






Suasana sejuk serta pancaran cahaya matahari yang hangat menyeruak masuk di celeh celah jendela yang terbuka separuh itu, kini sang penghuni kamar lantai dua itu sudah siap dengan seragam SMA nya, sambil berdiri dengan pandangan kosong dan entah matanya melihat ke arah mana yang jelas kini gadis itu sedang melamun semenjak tiga puluh menit setelah ia siap dengan seragam putih abu abunya.

Ketika suara ketokan pintu yang terdengar jelas ditelinganya seketika itu juga lamunannya buyar ditenggelamkan oleh kesadaran.

"Za udah bangun sayang?" terdengar suara dibalik pintu kamarnya.

Eh kamarnya? Tidak! Maksudnya kamar pemilik rumah yang mulai semalam ia tempati.

"Udah tan, Pizza udah bangun." sahut nya.

"Boleh tante masuk?" tanya Indah.

"Masuk aja tan, gak Pizza dikunci kok tan."

Ceklek

"Eh Pizza udah siap ya ternyata. Tante kira pizza baru bangun." tutur Indah setelah melihat kearah pizza yang sudah siap dengan seragam yang lengkap dan tidak lupa memakai tas yang penuh dengan aksesoris stroberinya.

"Tapi kok kamu berdiri disini?kalau sudah siap gini kita langsung kebawah aja ya buat sarapan bareng."

"Eh i i iya tan" tutur pizza canggung pasalnya ia tak terbiasa tinggal dirumah orang, dan ini lah pertama kalinya ia tinggal di rumah orang lain.

Kini Pizza sudah duduk dengan manis di meja makan untuk sarapan pagi dengan keluarga Badai.

"Ma panggil Leo gih." ucap Dody.

"Entar juga tu lele turun sendiri pa."

"Biar rame gitu kita sarapan bareng, nanti juga Pizza bisa terlambat sekolah ma kalaunya Leonya lama."

"Uhuk uhuk uhuk" lantas Pizza langsung tersedak nasi goreng ketika mendengar penuturan papanya Leo.

"Eh kenapa sayang? Pelan pelan atuh! Minum dulu ya" khawatir Indah, sambil menyodorkan segelas susu stoberi hangat.

Pizza langsung meminum susu stroberinya, ia yang tak pernah absen meminum susu stroberi ketika pagi waktu sarapan dan malam ketika mau tidur, jika pagi ia tak meminum susu stroberi maka ia menjadi malas dan mau tidur tidur dan tidur. jika ia tidak meminumnya ketika malam maka ia tidak bisa tidur. Aneh? Ya seperti itulah seorang Pizza yang unik dan langka untuk ditemukan.

Yaiyah lah thor dia cuman satu didunia ini.

"Om tante, Pizza berangkat sekolahnya naik taksi aja deng." tawar Pizza tatkala ia tahu maksud Dody barusan.

"Eh kok gitu, Ya gak bisa lah za.  Mulai sekarang kamu berangkat dan pulang sekolah harus sama Leo. Dan ini sudah menjadi keputusan dewan rapat kemaren, jadi gak ada penolakan dari kamu maupun Leo."

"Dewan rapat? Kapan tan kok Pizza gak tau?" tanya pizza yang bingung. kapan sih?

"itu lo waktu kamu sama leo pergi dari meja makan kemaren"

Pizza hanya menganguk pasrah atas keputusan dewan rapat kemaren.

"PAGI MOMSKY PAPSKY" teriak seorang laki laki dari atas tangga sambil berlari menuruni anak tangga. dengan suara yang keras dan suara manja.

"Ih laki kok gitu? Giliran disekolah aja kelakuan nauzubillah" Pizza membatin setelah mengetahui wujud asli Leo dibalik topeng badboy nya.

"LEO JANGAN TERIAK TERIAK! MALU SAMA PIZZA LEO!" kini mamanya yang berteriak untuk menegur sang anak.
Sang anak hanya menujukkan cengirannya sambil tersenyum menunjukkan gigi rapinya.

"MAMA JUGA TERIAK ANJAY!" tegur Dody kepada sang istri. Sang istri pun sama halnya dengan sang anak. Hanya menunjukkan senyum manisnya dan mencium pipi Dody sekilas.

Pizza hanya cengo ketika melihat betapa aneh dan uniknya keluarga Badai ini, yang jauh beda dengan keadaan kekuarganya, jangankan sarapan bareng tiap hari, seminggu sekali saja jarang. Pizza hanya tersenyum tipis melihat kelakuan keluarga kecil didepannya ini.

"Etdah pagi pagi udah mesum aja" sindir Leo yang melihat tingkah suami istri didepannya ini, dan ia melirik kearah Pizza duduk sambil menunduk dengan raut wajah lelah dan sedih.

"Kenapa nih anak?" tegur Leo didalam hati.

Sembarangan nih anak ya. Mesum mesum gigi lo maju! Kalo udah suami istri itu namanya gak mesum! I B A D A H" jawab Dody dengan penuh penekanan di akhir katanya.

"Beneran ibadah pa? Yaudah deh nanti Leo juga kek gitu waktu disekolah." jawab Asal.

"HEH MAU MAMA CORET DARI KARTU KELUARGA." ucap Indah dengan mata melotot kearah Leo.

Leo yang mendapat pelototan dari sang mama nyalinya langsung menciut dan mencium pipi sang mama sekilas demi mengurangi percikan percikan api yang keluar dari kepala Indah.

"Yaudah cepet sarapan ntar kamu sama Pizza bisa terlambat" ucap Dody.

"Lah apa hubungannya Leo sama Pizza? Leo ya Leo, Pizza ya Pizza." tanya Leo.

Dody yang mengerti arah pertanyaan sang anak keduanya ini pun langsung menjawab " kamu sama berangkat dan pulang sekolah haris sama Pizza. Gak ada  pertanyaan dan penolakan! Cepat makan dan berangkat kesekolah atau semua fasilitas yang papa beri terpaksa papa tarik.

"Gak bisa gitu dong paa" ucap Leo lirih.

"Maa bantuin anak mu yang lagi teraniyaya ini dong" rengeknya kepada sang mama dengan mata yang di kedip kedipkan secara imut tanda permohonan.

"Mama setuju sama papa Le lagian juga itu termasuk keputusan kami bersama." ucap Indah dengan penuh kemenangan ketika melihat wajah pasrah Leo yang menerima keputusan mereka.

"Yaudah deh Leo mau berangkat dulu gengs" ucap Leo ketika ia sudah selesai sarapan.

"Gengs gengs gigimu sengser! Yang sopan sama ortu dong le!"

"Geser ma geser mana ada gengser" ucap Dody

"Dodo amat! Lagian nih anak pa gak ada sopan sopanya!"

"Hehehehe Leo lupa ma, habisan mama sama papa awet muda sih! Kek seumuran sama teman teman Leo.

"Halah ngeles mulu nih anak!" ucap Indah.

Kini Leo memendang sejenak kearah Pizza yang lagi dan lagi hanya diam sambil sekekali ngelamun, dari situ Leo sudah mengerti kalaunya Pizza sedang tidak baik baik saja, entah ini rasa kasihan atau khawatir, Leo tidak bisa membiarkan gadis yang selalu ceria itu termenung dengan lamunan lamunannya yang entah apa isi lamunannya.

Leo mencium punggung tangan mama dan papanya secara bergantian dan diikuti eh Pizza dibelakangnya. Iya Pizza juga melakukan hal yang sama seperti Leo lakukan

"Leo berangkat ya ma pa." ucap Leo sambil mengulurkan tangannya kearah tangan Pizza dan menggandengnga dengan hati hati, ia berharap Pizza mengamuk ketika ia memegang tangannya, ia tak mah melihat Pizza terlarut dalam lamunan lamunan kesedihan, lebih baik ketika Pizza mengamuk kepadanya daripada melihat seperti keadaan sekarang. tapi apa? Pizza hanya menurut walaupun ia sempat kaget atas perlakuan Leo.

"Memang ada yang gak beres sama nih anak." ucao Leo mambatin sambil menuntun Pizza keluar rumah.

"Ntar aja ah dijalan gue buat Pizza ngamuk" ide syaiton Leo membatin.



Bersambung....

******






Hadudu up juga nih author setelah sekian lama.

Voment yak guys!


Banjar masin
Rabu, 31 juli 2019

BECAUSE YOUR NAME [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang