Hari-hari sudah ia lewati dan pagi,siang,sore lalu malam selalu berganti. Berbagai masalah yang ia lewati, dari kejailan Devano,caci-maki dari kakak kelas maupun seangkatannya dan masalah keluarganya.
Tidak terasa Rere bersekolah di SMA GALAKSI sudah 1 bulan. Dan sekarang kelas Rere sedang di ajar pelajaran Ipa,Tapi gurunya sedang pergi rapat.
Suasana kelas menjadi rame dan berisik. Tapi,tidak dengan Rere. Ia benci jika guru-guru rapat. Karena apa? Pasti si Devan bakal menjailinya lagi.
"Ih bosan."Rengek Rere kepada Nesya.
"Gak bosan tuh, gw malah seneng kalo guru rapat."
"ANJING!!"Teriak Devan.
Rere menoleh ke samping,saat melihatnya,ia merasa geram pengin nonjok. Siapa lagi kalo bukan,Devan lagi Devan lagi. Bisa gak sih sepi sebentar. Ia sangat kesal kepada Devan, ia selalu mengganggu hidupnya. Selalu ngikutin kemana ia pergi, sumpah kayak body guard aja.
"Ya allah!"Teriak Alvin sedikit keras.
Sumpah mereka berdua sama-sama berisiknya, apalagi kalo ada Genta. Huh,bisa hancur kelas ini.
"Susu lagi,susu lagi!"Devan memegang botol susu putih dengan jari-jarinya yang mengeras.
Alvin hanya mendengus kesal,ia tahu siapa yang menyimpan Susu ini di kantongnya,Begitu pun dengan Devan. Mereka berdua saling menatap dan tersenyum ngeri namun terkesan manis.
"Heh Om, bisa diem nggak. Nggak usah teriak-teriak gitu!!"Kesal Rere.
Nesya mencubit perutnya Rere dan membisikan. "Rere,jangan berani-berani ngelawan Devan. Nanti lo bakal kena akibatnya."Bisik Nesya dan melepaskan cubitannya.
"Yaelah kenapa gak berani sih, sama-sama orang ini dan juga sama-sama makan nasi,"ucap Rere, tanpa sengaja ia juga menyindir Devan dan Alvin.
"Bacot anjing!"Ketus Devan menatap Rere dengan tajam.
Deg!! ya allah apa Rere salah bicara. Rasanya kok sakit gitu yah di bilang "Bacot anjing". Ah bodo amat,ngapain ia harus takut,sama-sama makan nasi juga.
"Vin, jam istirahat ok,"ucap Devan mengisyaratkan.
Tangan satu Devan dan Alvin saling bertosan.
Mau apa mereka berdua? Dan mau melalukan apa?Rere menatap mereka berdua bingung.
Devan berdiri dari duduknya dan menhampiri meja Rere.
"Hayy putri pare."
Semua isi kelas 11 Ipa II tertawa lepas,mendengar sapaan Devan.
"Diam kalian semua!"Bentak Devan.
Krik.. Krikk, semua terdiam hanya bunyi jangkrik saja yang terdengar.
Serem banget sih marahnya,mata nya itu loh tajam banget kalo lagi marah. Rere meneguk kasar salivahnya,matanya menatap Devan dengan sedikit ketakutan.
"Sudah tertawanya! apa masih pengin tertawa! kalo masih silahkan tertawa sepuasnya selagi kalian hidup!"Bentak Devan dengan ucapannya yang sedikit tinggi,muka dingin, dan rahangnya yang sudah mengeras.
"Hihh serem,aku takut sayang,"ucap Alvin dengan raut wajah di poloskan seperti orang takut,aslinya tidak.
Rere dan Nesya saling menatap,pengin ketawa tapi takut.
Tutt..tutt..
Suara dari benda pipih di saku baju Rere.
"Sutt jangan berisik,"ucap Rere dan mengangkat panggilan.
"....."
"kamu seriuskan jerapah!"Tanya Rere tidak percaya kepada lelaki di sebrang.
"....."
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Hate And Love
Teen Fiction[Cerita ini murni pikiranku dan tanganku. Jika ada kesamaan dengan yang lain itu tidak sengaja] Bagaimana jika seorang gadis manja sekelas dengan lelaki tegas,jail dan Seorang gadis itu pindah ke Sma Galaksi, sekolah terfavorit dikalangan remaja. Ia...
