16. Penghinaan😥& manis?

12 1 1
                                        

Tidak baik menertawakan orang lain. Jangan gunakan kelemahan seseorang hanya untuk dijadikan lelucon. Sebab diri anda sendiri tidak mau diperlakukan seperti itu.

~Revalina Putri Quensa~

Sudah dua hari, Rere tidak semangat sekolah. Bukan karena Al. Tapi lagi nggak semangat aja buat sekolah.

Pagi sekali Rere berangkat sekolah. Karena hari ini bagian piketnya. Ia menyapu setiap bawah meja dan kursi yang kotor.

"Hei."

Secara reflek, Rere langsung menoleh ke sumber suara. Dan ternyata dia adalah Neena.

Sedikit menganga dengan penampilan Neena yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Yang biasanya penampilannya sedikit terlihat cupu, tapi sekarang Neena sangat seksi dan make up nya yang sangat tebal seperti tante-tante.

Neena mrlambai-lambaikan tangannya didepan wajah Rere. "Rere,hello."

"E--ah iya, kenapa?"Kata Rere terbata-bata.

"Nggak, gue cuma mau nitip ini ke Devan."Neena memberikan satu kantong keresek yang isinya selalu sama seperti biasanya.

"Taro aja di kolong mejanya,"ujar Rere.

"Nggak, nanti ilang gimana? Lo aja yang pegang."

Telinga Rere nggak salah dengar, lagi nggak budeg kan. Neena tumben-tumbenan pake kata "lo dan gue".terus penampilannya beda lagi.

"Lagi males gue,"ucap Rere memutarkan bola matanya.

"Tolonglah, Re."

"Kan lo yang suka sama si Devan atau Alvin. Kenapa harus gue."

"Dah, ah. Rere mau ngelanjutin piket."

Setelah itu Rere melanjutkan menyapu lantai. Sedangkan Neena hanya berdiri melihat Rere menyapu.

Satu persatu siswa-siswi datang mengisi kelas 11 Ipa II. Begitupun dengan teman Rere, yaitu Nesya.

"Wah wah wah, cantik sekali cewek disamping lo, Re,"ucap salah satu siswa.

"Haha emang iya?"tanya Nesya.

"Iya, coba lihat dia deh. Seksi dan menor banget, hahah,"ucap siswa tersebut disertai tawanya.

Satu alis Rere tertarik keatas. "Kalian nggak kenal? Masa sih?"ujar Rere heran.

"Ouh iya, kalian nggak kenal gue ya. Gue Neena kelas 11 Ipa III."

Hahaha

Tawa siswa-siswi kelas 11 Ipa II. Neena menatap tidak suka dengan reaksi teman-temannya. Termssuk, Ketua Murid (KM) kelas tersebut yang tertawa sangat kencang.

Lalu, Neena berjalan mendekati Kevin. "Lo ketawa atau mau nakutin orang,hah."

Neena mensentlik dagu Kevin dengan jarinya. Sontak membuat Kevin menatap Neena tajam.

"Elo cewek cupu, cuih."Decih Kevin.

Semua siswa-siswi bersorak mendukung perdebatan antara Kevin dan Neena.

"Lo lebih menakutkan dari hantu sebenarnya."Lanjut Kevin.

Bukan hanya Kevin saja yang menghina penampilan Neena. Tapi semua siswa-siswi yang ada di kelas tersebut. Dan kebetulan Devan dan Alvin sedang rapat OSIS.

"Benar banget kata Kevin."teriak salah satu siswa.

Tidak tahan dengan hinaan yang dilontarkan oleh teman-temannya kepada Neena. Rere berjalan mendekatinya, lalu merangkul pundaknya mengajaknya keluar dari kelasnya.

Between Hate And LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang