"Ingat ya dek kalo jalan hati-hati,"ujar Naila.
Rere dan Nesya hanya mengangguk-angguk kepala sebagai jawabannya.
"Hayyy."
"Hayy sayang."Agnes membalas pelukan Devan.
"Kantin yuk,"Ajak Devan disertai gidikan pundak.
"Yuk."Agnes pergi bersama Devan ke kantin dan dibuntuti oleh Naila.
"Re, ke kelas yuk?"
"Yuk,Rere mau simpen nih kado,"ucap Rere.
Semua kejadian dan hinaan yang orang-orang berikan,Rere tidak ambil pusing. Buat apa toh gak ada gunanya juga.kalo mereka mau membully,silahkan.
Hidup itu disimpelin saja
"RERE,KADO APA TUH!"Teriak seorang gadis teman sekelas Rere. Ia bernama Ayra shiry alnaira.
"Kepo."Rere duduk di kursinya begitupun Nesya.
Ayra naik ke meja,dan duduk."Re ih apa itu?"
"Cieee kepo."Ledek Rere.
Ayra sangat kesal di permainkan oleh Rere. Ia menjitak kepala Rere sedikit keras, Rere meringis kesakitan.Rere berdecak kesal,karena teman yang satunya ini super-super kepo.
Kini,Rere mulai merobek-robek bungkus kado. Saat robekan terakhir, terlihat jelas Album warna pink pict bertulisan PERSONA.
Aaaaaa...
Teriak Rere,Nesya dan Ayra.
"Brisik woi!!"Seru sekelas.
"Anjay..anjay album,lighstick,dan juga photo polaroid ... "Teriak Rere pelan sambil mengeluarkan isi kado tersebut.
Nesya dan Ayra mencomot album dan lighstick."Ini,buat kita yah"
"Enak aja, beli sana kalo mau"
"Nih pelit."Nesya mengembalikan album kepada pemiliknya yaitu Rere.
"Ra, mana balikin!!"
"Nggak, gue mau pinjem dulu"
"Nggak ah,nanti rusak."Rere mengambil Lighstick di tangan Ayra dan menyimpan di wadah.
"Woi bu Lusi, bu Lusi,duduk!"teriak sang KM.
Sudah jelas,pasti bu Lusi mau nagih yang kemaren. Seharusnya kemaren rajiah,tapi tidak jadi karena ada halangan. Dan ia sekarang mau memeriksa semua siswa-siwi sekolah Sma Galaksi. Sekarang bagian kelas Rere.
"Berdiri semuanya!"Perintah Bu Lusi, semua siswa-siswi kelas 11 Ipa II menuruti.
Bu Lusi berjalan-jalan mengelilingi setiap meja. Ada yang kena cubitan karena kuku panjang.
Ia menghela nafas kasar, pasalnya sekarang ia berhenti di meja Devan yang tidak ada orangnya.
"Kemana Devan dan Alvin?"
Tepat saat bu Lusi menanyakan,kedua orang itu datang.
Tangan dimasukan kedalam saku celana. Baju di keluarkan dan rambut acak-acakan.
Devan dan Alvin berjalan santai ke tempat duduknya."Halo bu, ngapain di sini bu?"ucap Devan dipolos-poloskan.
Demi tuhan, si Devan manusia apa sih. Nggak ada takut-takutnya,dasar orang keras kepala ya kek gitu. Maunya menang sendiri.
Bu Lusi mengepalkan kedua tangannya sangat keras karena menahan emosi yang melanda. Mau nonjok takut di penjara,mau dibaikin gak pantas dibaikin.
"Kenapa bu?tanganya kok dikepal gitu sih."Devan menyenderkan tubuhnya ke kursi, ia tidak pernah menghargai orang di hadapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Hate And Love
Teen Fiction[Cerita ini murni pikiranku dan tanganku. Jika ada kesamaan dengan yang lain itu tidak sengaja] Bagaimana jika seorang gadis manja sekelas dengan lelaki tegas,jail dan Seorang gadis itu pindah ke Sma Galaksi, sekolah terfavorit dikalangan remaja. Ia...
