Banyak typo bertebaran,Guys.
Mohon pengertiannya.
"I like, you."
🌟🌟🌟🌟
Cuuusss lanjoott
"DEVAN, AGNES!!"teriak dan bentakan dari seseorang didekat WC.
Sontak membuat mereka langsung menolehkan kepalanya. Agnes diam, tertegun. Sedangkan Devan malam menunjukan senyum smirk nya.
Orang tersebut mendekati keberadaan Rere dan yang lainnya. Ia sempat menoleh sekilas kepada Rere. Namun, langsung ia menolehkan kearah Devan. Menatapnya tajam.
"Wis selow, Bung,"ujar Genta.
"Yang gini di selow-in! Mending balik aja lo ke TK! Nggak guna disini!"ucap Azka pedas.
Bughh...
Devan menonjok rahang Azka. Ia menonjok tanpa sepengetahuan Azka. Devan tidak terima jika salah satu temannya diperlakukan seperti itu. Marah? Pasti. Azka sangat marah pada Devan.
"Devan, Devan."
"Azka ayo,pasti menang."
"Devan Azka ayooo lawan."
"Tonjok terus jangan kasih kendor."
Seruan dari penghuni kantin yang menonton. Rere yang sudah memversihkan wajahnya langsung menarik tangan Azka.
"Udah, Azka." Rere melerai perkelahian mereka.
"Nggak bisa. Kamu duduk aja,"ucap Azka, Lalu ia membalas pukulan Devan dengan keras.
"Mantap, boss."Seru mereka yang menonton.
"CUKUP."teriak Rere lantang.
"Lo yang harus diam Rere,"ucap Agnes kesal.
Agnes mendekati Rere,lalu ia menarik rambut Rere secara kasar. Nesya pun membantu Rere agar rambutnya terlepas dari tangan Agnes. Sedangkan Azka dan Devan sibuk adu mulut. Mereka berdua tidak melihat situsi di kantin.
"Kak Agnes, lepasin. Sakit,"ucap Rere berusaha melepaskan tangan Agnes dan dibantu oleh Nesya.
Suasana kantin semakin riuh. Senior-senior yang mau memisahkan perkelahian tersebut malah kualahan. Mereka tidak bisa dipisahkan.
"Cuih, ternyata kelemahan lo adalah cewek. Dan cewek itu Rere,"ucap Devan sambil berdecih.
"Heh! Lo mikir! Siapa sih yang mau kalo ceweknya disakitin cowok brengsek kayak lo,hah!"ujar Azka lantang.
Saat mendengar ucapan Azka. Rere langsung diam melawan Agnes, begitupun dengan Agnes. Ia tidak percaya dengan apa yang diucapkan Azka. Ini mimpi atau nyata? Pasti mimpi. Rere menepuk-nepuk pipinya sendiri.
"APA LO BILANG GUE BRENGSEK! LO KALI YANG BRENGSEK,"Bentak Devan lalu menonjok perut Azka,yang membuat Azka kesakitan.
"Argh, sakit tolol.
"DEVAN, STOP!!"Bentak Rere. Reflek membuat isi kantin melongo tak percaya.
"Sayang, kok bilang stop sih!"Devan mendekati Rere.
Plakk
Rere menampar Devan sangat kuat. Agnes yang melihat pujaan hatinya ditampar, ia langsung menampar Rere lebih keras.
"Aduhh, hei! Bukannya di bubarin malah di diemin,sih!"Teriak Bibi kantin.
"Iya, laporin ke Guru."Sahut Bibi kantin yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Hate And Love
Fiksi Remaja[Cerita ini murni pikiranku dan tanganku. Jika ada kesamaan dengan yang lain itu tidak sengaja] Bagaimana jika seorang gadis manja sekelas dengan lelaki tegas,jail dan Seorang gadis itu pindah ke Sma Galaksi, sekolah terfavorit dikalangan remaja. Ia...
