"Mamah!!"
Devan mencari mamahnya keseluruhan ruangan rumahnya. Ia terus memanggil mamahnya.
"Mah!!"
"Nyonya lagi pergi keluar Den,"ucap pembantu di rumah Devan.
"Oh, Bi kalo mamah udah pulang. Bilangin Devan pergi main ke rumah temen."
"Baik Den."
Lalu Devan pergi keluar dan menyalakan motor ninjannya.
🍃🍃🍃
"Kak Rere pengin ... "ucap Rere terhenti karena ia berpikir sejenak.
"Pengin apa?"
"Yang nggak ada disini."Rere tersenyum kepada Sarah. Ia tahu pasti Sarah bingung mikirnya.
"Alvaro kah!!"
"Bukan."
"Mm ... Ayah"
"Bukan,"ucap Rere malas.
"Kenapa mukanya jadi berubah gitu hah!"ucap Sarah, sedikit kepalanya diangkat.
"Males, udah ah lanjut tebak."
"Tau ah lier kakak."Sarah kepusingan dengan apa yang Rere pengin.
"Yah nggak rame kakak mah"
"Hmm ... Terus apa?"
"Bias."Jawab Rere singkat dan jelas. Tapi mustahil.
Hening beberapa detik diruang olahraga. Tapi, kemudian tawa Sarah lepas kencang.
"Mimpi teroooss."
"Mimpi darimananya coba. Rere lagi sadar gini kok."
"Hahah... Mending mandi daripada ngeladenin orang tukang halu"Sarah berdiri dan meninggalkan Rere untuk mandi.
Rere hanya menatap Sarah datar dan bibit dimanyunkan.
Tiba-tiba Hp Rere bunyi. Dan menyalakannya. Disitu tertera ada 2 pesan masuk tapi tidak ia kenal nomornya.
~Pesan ke-1~
From : 081******
Gw cuma pengin ingeti lo, jangan deket sama dia. Kalo nggak lo bakal tau akibatnya.
~Pesan ke-2~
From : 085*****
Jauhi Devan detik ini, kalo tidak lo bakal tau akibatnya.
Setelah baca isi pesan tersebut. Rere merasa bingung, ia tidak mengerti apa yang pesan itu maksud. 'Jauhi Devan' maksudnya apa coba. Takut!! Sedikit takut sih, tapi berusaha bodo amat. Lagian siapa juga yang deket² sama kepala batu itu. Adanya juga dia yang deketin Rere.
"Mending Rere mandi lah."Gumamnya dan pergi ke kamar mandi,membersihkan badannya yang bau.
Setelah bermain dengan air, Rere memilih-milih baju di lemarinya.
Ia memakai baju polos putih,dan baju kemeja yang melingkar di celana hot pants nya.
"Akhirnya beres juga, terlihat cantik bukan."Rere bertanya-tanya sendiri didepan cermin besar kamarnya.
"Jelek banget ih,"ucap Rayyen yang tiba-tiba dateng.
"Abang,ngagetin aja. Kalo masuk tuh ketuk-ketuk dulu, jangan nyelonong nggak sopan."
"Telinga lu budeg"
"Ishh tau ah. Mending Rere jalan-jalan,"ucap Rere dan pergi meninggalkan Rayyen.
"Kenapa abang satu ini nggak nikah-nikah sih. Bosen liat wajahnya tiap hari."Rere terus berkomat-kamit setiap langkah kakinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Hate And Love
Roman pour Adolescents[Cerita ini murni pikiranku dan tanganku. Jika ada kesamaan dengan yang lain itu tidak sengaja] Bagaimana jika seorang gadis manja sekelas dengan lelaki tegas,jail dan Seorang gadis itu pindah ke Sma Galaksi, sekolah terfavorit dikalangan remaja. Ia...
