11. Sebuah pengkhianatan dan teror👊

81 37 15
                                        

Hati-hati ya gaess, banyak typo bertebaran loh.. Mohon kritikannya kalo ada yang salah😉🙃

CusssssLahhh...

Keluarga besar Rere saat ini sedang berkumpul,makan bersama.

Setiap hidangan makanan yang di buat oleh Bi Ijah dan Santy dimakan sangat lahap oleh anak-anaknya dan keluarganya.

"Cantik banget kamu,Re."Puji anak dari Om Haris.

"Siapa dulu mamahnya,"Sahut Santy.

"Santy."Seru semuanya yang ada di ruang makan.

Setelah makan bersama dan berbicara-bicara sebentar. Rere beranjak pergi ke kamarnya untuk tidur. Karena jam sudah menunjukan pukul 22:10 waktunya ia tidur. Dan besok harus bangun pagi untuk pergi sekolah.

Sedangkan om Haris dan keluarganya menginap di rumah Rere semalam.

Luka dan perban dikepala Rere? Keluarganya sudah tau. Mereka menasehati Rere agar berhati-hati.

Drrttt..

Bunyi suara dari hp Rere. Ia mengambil hp tersebut.

Di layar hp nya tertera ada panggilan masuk. Ia mengangkat panggilan dari nomor yang tidak dikenal.

"Gimana, permainan gw menyenangkan bukan"suara samar dari seberang sana.

"Siapa?"Tanya Rere.

"Menjauh atau main lagi?"

"Maaf, lo siapa? Jangan coba-coba nakutin gue."Bentak Rere

Orang tersebut malah tertawa kencang. Entah apa yang ia ketawain. Dirinya? Rere tidak tahu.

"Tinggal pilih"

"Yang dimaksud lo siapa hah?"bentak Rere lagi.

"Devano reiyadam crystine"

Tutt..

Panggilan tersebut dimatikan sepihak oleh orang itu. Ia tidak memberi kesempatan Rere menjawab lagi.

Shit!!! sebenarnya apa sih salah Rere. Deket sama pria tampan langsung diteros, dikit-dikit teror. Nggak bisa lewat jalan damai apa.

Devano reiyadam crystine!!

Sumpah ngeselin banget. Bisanya nyusahin doang. Bikin hidup orang jadi suram. Padahal, Devan ganteng juga nggak. Tapi banyak yang suka. Apa sih yang mereka suka? Jelek gitu ditambah nyebelin banget.

Drrrttt....

Ada panggilan masuk lagi dari hp Rere. Ia mengambil kasar hp nya dan mengangkat panggilan.

"Apa hah, mau neror lagi."

"Gue nggak takut anjing. Sana ambil aja si kepala batu. Ganteng juga nggak inih"

"berhenti neror gue."

Rere nyerocos terus tanpa memberi kesempatan orang yang menelponnya. Ia nyerocos bak Idol Rapp yang menyanyi tanpa spasi.

"Udah nyerocosnya! udah marahinnya! Kok ngomongnya Lo Gue! Nggak sopan."

"Ehhh ... Maaf, kirain orang tadi. Habisnya bikin emosi"

"kok belum tidur sih,sayang?"

"Tadi udah mau tidur. Ehh ada yang nelpon. Jadi belum tidur"

"Sayang, ayo tidur disini." suara perempuan dari tempat Al.

Al langsung berdiri menghampiri wanita jalang itu. Dan menamparnya sangat keras hingga pipinya merah.

Dan ia tidak lupa mematikan sambungan telponnya dengan Rere.

Between Hate And LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang