Gelas yang terjatuh dan pecah berkeping-keping tidak bisa menjadi bentuk semula.
Camkan, seperti hubungan yang sudah hancur berkeping karena sebuah kepercayaan yang dikhianati.
~•~•~•~
Sekarang, hari yang ditunggu telah datang. Seseorang yang bikin penasaran kaum hawa akhirnya datang. Rere bersiap-siap untuk berangkat sekolah lebih pagi.
Seperti biasanya, Rere berangkat sekolah naik sepeda kesayangannya. Karena baginya itu sangat senang.
Sesampainya di area sekolah. Rere menunda sepedanya di tempat parkir sepeda khusus. Ia berjalan menuju kelasnya yang berada di lantai dua.
"Dorr." Seseorang yang terdengar familliar di telinga Rere, mengagetkannya.
"Hih Chacha, ngagetin aja,"ucap Rere mengelus dadanya.
"Hehe maaf."
"Yang lain mana?"Tanya Rere.
"Nggak tau, mungkin belum berangkat."
Setelah itu, merela berdua mulai melangkahkan kakinya menaiki tangga. Tapi, tiba-tiba seseorang memanggil nama mereka berdua. Suara itu juga sangat familliar di telinga Rere. Karena orang itu memanggilnya dengan sebutan "Kutu beras". Sempat berpikir positif, namun orang itu terus memanggilnya dengan nama itu.
"Lihat kebelakang, Re,"ucap Nesya yang sudah membalikan badanya.
"Nggak."
"Cepetan."Perintah Nesya.
"Ogah, mending gue jalan terus ke kelas."Kata Rere lalu melanjutkan jalannya.
Seseorang itu langsung berlari mendekati Rere. Lalu memeluk erat Rere dengan terus memohon maaf. Sedangkan Rere hanya diam, memutar bola mata malas. Ia melepaskan tangan orang itu dengan kasar.
Jijik
"Maaf, Re."
"Gue minta maaf,"ujar Al.
Ya, orang itu adalah Alvaro Edzard Rasendyia mantan Rere sekarang.
"Haha, segampang itu lo ngomong maaf."Decih Rere.
"Terus gue harus ngelakuin apa?"tanya Al dengan nada suara lebih ditinggikan.
"Terserah."
"Re, gue mau kita ulang kembali. Kita perbaiki lagi semunya,"ujar Al memegang kedua tangan Rere.
Rere langsung menghempaskan tangan Al. Al hanya pasrah dan sedikit mendengus kesal.
"Lo tau gelas jatuh terus pecahkan,"ucap Rere emosi.
"Iya?"
"Nggak bisa diperbaiki ke bentuk semula, paham."
Lalu Rere menarik tangan satu Nesya untuk pergi dari tempat itu dan pergi ke kelasnya. Saat sudah di kelas, Rere duduk dan menopang kepalanya pada tumpukan kedua tanganya. Ia sangat kesal dan bingung. Orang yang ia benci malah ada di sekolah. Dan ternyata ia yang menjadi guru PPL selama satu bulan. Bayangkan, ia harus melihat dia setiap hari di sekolahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Hate And Love
Tienerfictie[Cerita ini murni pikiranku dan tanganku. Jika ada kesamaan dengan yang lain itu tidak sengaja] Bagaimana jika seorang gadis manja sekelas dengan lelaki tegas,jail dan Seorang gadis itu pindah ke Sma Galaksi, sekolah terfavorit dikalangan remaja. Ia...
