Seola, 17 tahun, 11 IPS 3, baru saja masuk ke dalam kelas 10 IPA 4 dengan cara menggebrak pintu masuk kelas tersebut secara sengaja.
SET!
"Gue!" seru seorang gadis bertubuh tinggi yang langsung beranjak diri dari tempat duduknya.
Seola melirik tajam gadis bernama Hayoung tersebut, lalu menghampirinya dan berhenti tepat di samping meja yang ditempati Hayoung.
"Gue peringatin lo buat jauhin Han Seungwoo!" ucap Seola dengan nada tajam memerintah.
Hayoung tersenyum sinis, kemudian memutar bola matanya malas. Ia mengamati sosok Seola dari atas ke bawah.
"Siapa lo nyuruh-nyuruh gue jauhin Kak-"
"Kenalin, gue Han Seola, kembarannya Han Seungwoo!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BRUK!
Seola menekan tombol spacebar di laptopnya, lalu melirik ke arah pintu kamarnya yang baru saja dibuka secara brutal.
Keningnya mengerut, matanya memicing. Maklum matanya minus, ia biasanya memang akan memicingkan mata agar dapat melihat jelas siapa orang di hadapannya.
"La!"
Oh. Seungwoo. Batin Seola ketika mendengar suara orang yang berdiri di depan pintu kamarnya tersebut.
"Kenapa? Mau nyontek peer? Kita kan beda kelas, lo IPA gue IPS," sahut Seola santai sembari kembali menekan tombol spacebar untuk melanjutkan tontonannya yang ia jeda sebelumnya.
"Lo ngapain ngelabrak Hayoung?"
"Siapa yang ngelabrak?"
"Kata dia lo tadi ke kelasnya dan permaluin dia?"
"Lebay amat??? Orang gue cuma-"
"Berhenti gangguin orang-orang di sekitar gua, La!"
"Berisik!" seru Seola kembali menekan tombol spacebar dan beranjak dari tempat tidurnya. Ia menghampiri Seungwoo dan mendorong tubuh Seungwoo supaya keluar dari kamarnya.
Pertama, Seola tidak suka omongannya dipotong.
Kedua, Seola tidak suka dibentak.
Ketiga,
"Jangan ganggu gue nonton drama Korea!"
Seola tidak suka acara menontonnya diganggu, apalagi oleh seorang Han Seungwoo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.