"Ya, engga juga. Gue emang libur kok hari ini. Bukan sengaja bolos," ucap Seola, tepatnya Kim Seola pada lawan bicaranya yang terhubung di sambungan telepon.
"Serius, La?"
"Serius, Jaehyun," sahut Seola sekali lagi. Ia memutuskan untuk menyandarkan punggungnya di salah satu pohon yang ada di dekatnya.
"Inget, La, sekali lagi lo nggak masuk, lo bakal dapet D. Dan itu artinya-"
"Iya gue tahu, absen gue udah banyak. Makanya nggak mungkin gue bolos. Apalagi di kelasnya Shi Dae. Nyari mati gue kalau bolos lagi di kelas doi."
Seola memutar bola matanya malas.
Kim Jaehyun
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
atau yang biasa dia panggil Jaehyun tak henti mengomelinya hanya karena dirinya tak hadir di kampus hari ini.
Padahal Seola sudah berkata jujur, ia tidak ke kampus karena memang tidak ada kelas hari ini. Kelas mata kuliah Pengantar Agrobisnis dibatalkan oleh sang dosen karena acara seminar di luar kota yang harus dihadiri beliau dan hari ini jadwal perkuliahannya hanya mata kuliah Pengantar Agrobisnis.
"Lo nggak lagi ngikutin cowok itu kan?"
Tak seperti sebelumnya. Kali ini Seola tak langsung menjawab. Ia menelan salivanya. Diedarkannya pandangan ke segala arah, mencari sosok yang sedari tadi ada dalam wilayah pandangnya.
'Oke, dia ada di arah jam 12,' gumam Seola dalam hati.
"La?"
"Hah? Apa, Yun?" tanya Seola pada Jaehyun. Ia lupa dengan perkataan Jaehyun sebelumnya.
"Lo nggak lagi ngikutin cowok itu, kan?"
"Eung-"
"La!"
"Iya, iya, gue ngaku gue ngikutin cowok itu. Tapi gue nggak ganggu dia kok. Gue cuma mau mastiin kalau-"
"La-"
"Yun, please, lo ngerti kan kenapa gue ngelakuin ini?" tanya Seola sembari menendang bebatuan kecil dekat kakinya.
Matanya memandang lurus ke arah laki-laki yang duduk di atas kursi roda di pinggir jalan.
Menunggu lampu lalu lintas yang kini tengah berwarna merah.
Mungkin ingin menyebrang.
Begitu pikir Seola yang akhirnya memutuskan untuk beranjak dari posisi diamnya.
"Tapi, La-"
"Yun, gue matiin dulu ya, gue mau lanjut jalan lagi. Bye."
Seola langsung menutup sambungan tersebut. Ia memperpendek jarak antara dirinya dengan sosok laki-laki yang sedang ia ikuti.
Lampu lalu lintas kini berubah menjadi kuning lalu hijau, Seola masih menjaga jarak. Beberapa orang yang juga sudah menunggu sedari tadi untuk menyebrang langsung berjalan cepat melalui zebra cross. Seola masih diam karena sosok yang ia ikuti masih bergeming.
Hingga akhirnya lampu tersebut berubah menjadi merah kembali. Kening Seola mengerut. Laki-laki yang ia masih ia amati ternyata tidak menyebrang. Sebuah pertanyaan timbul dalam benak Seola.
"Loh... Loh.. . Loh??"
Mata Seola terbeliak. Dengan cepat ia berlari ke arah laki-laki yang kini mulai menjalankan kursi roda yang ia duduki sementara ada sebuah kendaraan melaju ke arahnya.