"Pokoknya besok Mas harus lihat kalian berdua baikan. Ngerti?" ucap Wonho sembari membereskan bekas makan malam keluarganya.
Seungwoo. Orang yang tengah diajak berbicara oleh Wonho menganggukan kepala.
"Makan malam besok suasananya harus kembali seperti semula. Nggak boleh ada yang berantem," sambung Wonho lagi sembari memasukan piring kotor di tangannya ke dalam mesin pencuci piring.
"Iya, Mas. Nanti diusahakan," kata Seungwoo dengan nada bicara penuh penyesalan.
Seungwoo sedikit menyesal karena membuat suasana makan malam keluarganya jadi tak nyaman. Ia tahu Seola orang yang tidak bisa dikerasi, sama sepertinya. Tapi ia malah terus memprovokasi Seola hingga membuat emosi kembarannya itu pecah. Ia tahu, ia bisa membicarakannya baik-baik, terlebih tadi ada Wonho sebagai penengah. Tapi ia malah terus membuat jengkel kedua saudara sedarahnya hingga membuat suasana makan mereka menjadi semakin tak enak.
Seungwoo tahu itu semua kesalahannya. Dan sungguh ia menyesali perbuatannya karena pengaruh emosi yang tertahan di dadanya.
"Udah jangan kamu pikirin sekarang. Sekarang mendingan kamu dinginin dulu kepala kamu. Besok pagi baru ajak ngomong Seola baik-baik. Mas harus berangkat pagi-pagi banget makanya Mas nggak bisa nengahin kalian besok. Makanya harus kamu yang ambil inisiatif. Kamu ngerti kan maksud, Mas, Woo?"
"Iya, Mas."
〰〰〰
"Loh, adek sendirian?" tanya Seungwoo pada Jungwoo yang tengah memakan roti bakar di piringnya.
Jungwoo menganggukan kepala sebagai jawaban.
"Ini adek yang nyiapin?" tanya Seungwoo sembari menggeser kursi di meja makan dan menempatinya. Di atas piringnya, sudah ada dua lembar roti bakar dengan isian selai strawberry.
"Bukan." Jawab Jungwoo. "Tapi mbak yang nyiapin."
"Oh," sahut Seungwoo singkat sembari meminum susu yang ada di gelasnya. "M-"
"Mbak Seola udah pergi tapi, Kak. Katanya tadi mau piket. Makanya berangkat duluan," ucap Jungwoo memberitahu sebelum Seungwoo sempat bertanya.
"Oh, gitu."
Lagi-lagi Seungwoo hanya bisa memberikan sahutan singkat.
〰〰〰
"La! La! Lihat! Kembaran lo!" seru Hyeri sembari menepuk bahu Seola yang tengah sibuk mencorat-coret kertas dengan gambaran tak jelas.
Seola menghentikan kegiatannya. Berniat untuk bangun dari tempat duduknya untuk mengintip.
"Dia datengnya sama cewek yang lo labrak kemaren!" lanjut Hyeri membuat Seola mengurungkan niatannya.
Ah, kebetulan letak kelas mereka memang berada di samping area parkiran kendaraan pribadi para siswa, seperti sepeda ataupun motor. Mobil tidak diperbolehkan untuk dibawa ke sekolah.
"Apaansih, siapa yang ngelabrak?? Orang gue cuma nyuruh dia jauhin Seungwoo doang."
Hyeri menoleh ke arah Seola. Keningnya mengerut. Sadar kalau Seola tidak sedang dalam mood yang bagus.
Hyeri merendahkan posisinya, menjadi berjongkok dengan dagu berada di atas meja Seola.
"Kembaran lo lebih milih itu cewek ya? Daripada lo?" tanya Hyeri membuat Seola langsung menarik pipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
cookies; swoo seola
Fiksi PenggemarBuku khusus cerita pendek Seungwoo Seola ❤ pic (on cover) credit to owner
