6 |

219 46 4
                                        

"Aku boleh duduk di sini?"

"Nggak," jawab Seola dengan cepat.
 
 

Tapi kayak nggak ada artinya. Seungwoo tetep duduk di samping Seola.
 
 

"Kamu makan apa, yang?" tanya Seungwoo lagi sambil lihatin makanan yang ada di depan Seola. "Aku boleh minta nggak?"

"Nggak," jawab Seola lagi kali ini dengan tampang agak judesnya.

Yang kalau kata Seungwoo rada serem.
 
 

Kalau biasanya Seola bakal seneng dengan tingkah Seungwoo yang menggemaskan seperti ini, nggak dengan sekarang. Seola beneran jengkel. Karena Seungwoo tuh kayak nggak ngerti salahnya dia dimana.
 
 

"Mau kemana lo, Kai?" tanya Seola waktu Kai berancang-ancang bangun dari tempat duduknya.
 
 

Seola juga jengkel sama Kai, karena menurut Seola udah pasti Kai yang ngasih tahu ke Seungwoo kalau Seola lagi sama dia.
 
 

"Ngangkat telpon?" jawab Kai sambil nunjuk ke arah luar restoran.

"Telpon dari siapa?"

"Jooheon?"

"Bohong!"

"Beneran," jawab Kai sambil ngangkat kedua jarinya membentuk V.

"Tapi kan hape lo di gue!" ucap Seola lagi sambil angkat hapenya Kai tinggi tinggi.

Ya tadi kan emang rencananya Seola mau fotoin Kai sebelum akhirnya Seungwoo dateng dengan tiba - tiba.

Kai refleks langsung ambil hapenya dari tangan Seola.

"Gue lupa kalau mau ngabarin dia soal tugas pemrograman!" ucap Kai lagi sambil langsung ngibrit lari keluar.

Seola mendecih.
 
 
 

Bener-bener itu anak satu.

Bohong kok nggak profesional? Jooheon sama dia kan beda jurusan! Buat apa coba dia ngabarin Jooheon soal tugasnya dia?
 
 
 

"Lala sayaaaang~"

Seola gerakin bahunya yang dicolek sama Seungwoo sambil majuin posisi duduknya biar jauhan dikit sama Seungwoo.
 
 

Lala itu panggilan kesayangan Seungwoo ke Seola. Biasanya dia panggil Seola begitu ketika dia mau bikin Seola supaya nggak marah lagi sama dia.
 
 

"Kamu kenapa sih? Kamu marah sama aku? Kalau aku ada salah maafin ya?" ucap Seungwoo dengan suara super lembut.

Duh nggak bisa Seola tuh diginiin sama Seungwoo. Dua kelemahan Seola yang diakibatkan oleh seorang Han Seungwoo.

Pertama, senyumnya.

Kedua, suara lembutnya kalau lagi baik-baikin Seola begini.
 
 

Ah dasar buceeeen.
 
 

"Lala?" panggil Seungwoo sekali lagi.
 
 

Seola hela napas panjang. Kemudian balikin badannya supaya noleh ke belakang. Sialnya wajah Seungwoo yang terlalu deket bikin Seola agak kaget.
 
 

"Kok kantong mata kamu gede banget?" tanya Seola refleks. "Eh engga engga. Bukan itu!" ralat Seola cepet sebelum Seungwoo sempet jawab.
 
 

Dia kan mau marahin Seungwoo, kok malah jadi nanya soal kantong mata? Haduh Seola.
 
 

"Kamu tahu salah kamu dimana?" tanya Seola kemudian, masih berusaha pasang wajah judes ke Seungwoo. Biar Seungwoo tahu kalau dia tuh lagi marah.

"Aku kurang tidur," jawab Seungwoo.
 
 

Sial. Dia denger pertanyaan yang pertama. Jadi tengsin kan.
 
 

"Dan ya, aku nggak tahu salah aku dimana. Bisa kamu kasih tahu?" pinta Seungwoo.

Seola berdecak kesal.
 
 

Nggak.
 
 

Gue nggak boleh luluh sama sikap Seungwoo kali ini. Tekad Seola.
 
 
 

"Kai jomblo, Woo," ucap Seola.

"Terus?"

"Kayaknya aku mau jomblo juga."
 
 

Sumpah.
 
 

Seola kelepasan.
 
 

Seola nggak ada maksud buat minta putus dari Seungwoo.
  
 

Pengen rasanya Seola tepok mulut dia sendiri.
 
 

Tapi Seola tahan.
 
 
 

"Maksud kamu? Kamu minta putus?"

Kedua alis Seungwoo bertaut. Raut wajah lembut sebelumnya berubah jadi raut wajah penuh pertanyaan. Dan bau-baunya bentar lagi Seungwoo mulai emosi.

Seola langsung buang mukanya ke arah lain. Nggak mau natap mata Seungwoo secara langsung.
 
 

Pasrah deh Seola kalau sampe Seungwoo ngeiyain.
 
 

"Tolong jelasin dulu, kenapa kamu minta putus?" tanya Seungwoo sambil ambil kedua tangan Seola buat dia genggam.

Seola muterin bola matanya malas.
 
 

Ini seriusan Seungwoo belum tahu salahnya dia apa?
  
 

"La-"

"Siapa Wendy?" tanya Seola kemudian sambil noleh ke arah Seungwoo lagi.
 
 

Dan pertanyaan Seola barusan bikin raut wajah Seungwoo berubah lagi. Nggak sampai beberapa detik, Seungwoo malah langsung tarik badan Seola buat dipeluk.
 
 

Seola sendiri?

Kaget tentu aja.

Seola berusaha ngedorong badan Seungwoo. Tapi tenaga Seongwoo lebih gede dari tenaganya. Jadi rasanya usaha Seola emang sia-sia.

Bisa Seola denger helaan napas kelegaan Seungwoo.
 
 

"Ya Tuhan aku kirain kamu suka sama cowok lain," ucap Seungwoo di sela sela pelukannya.

Bikin Seola ngerutin keningnya.
 
 

Sumpah Seola jadi bingung.
 
 
 

Ini maksudnya apa ya? Suka sama cowok lain? Siapa? Gue? Yakali??? Orang yang jalan sama cewek lain aja dia??
 
 
 

Seola jadi menggerutu sendiri.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
cookies; swoo seolaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang