2 - end | Two different tears

668 96 10
                                        

"K-kita mau ngapain ke sini, yang?" tanya Seola sembari menoleh ke arah Han Seungwoo, laki-laki yang berada di sampingnya. Seola memperlambat laju kendaraannya hingga berhenti.

Seungwoo tersenyum. Sementara Seola menelan saliva. Sebuah rasa takut hadir menyeruak masuk ke dalam tubuh. Seola menjadi gugup karenanya.

"Kamu inget nggak pertama kali kita ketemu?" tanya Seungwoo.

Seola mengerjapkan matanya.

Kening Seungwoo mengerut. Ia bingung dengan reaksi Seola yang tak sesuai ekspektasinya. Seungwoo melepaskan seat beltnya, lalu membenarkan posisi tubuhnya supaya bisa menghadap ke arah Seola.

"Kenapa, La?" tanya Seungwoo sembari memegang tangan Seola yang berada di atas stir mobil yang ia kendarai.

Seola memaksakan diri untuk melempar sebuah senyuman pada Seungwoo sebelum akhirnya menggelengkan kepala.

"Nggak kenapa-napa kok," ucapnya berbohong.

Seungwoo kembali tersenyum. Ia menangkupkan pipi kiri Seola dengan tangan kanannya. "Kamu nyelamatin aku waktu pikiranku kacau waktu itu. Kalau nggak ada kamu, mungkin sekarang aku udah nggak ada di sini, sama kamu."

Seola menatap mata Seungwoo yang turut memandangnya dengan tatapan penuh rasa sayang. Ia membalas sentuhan Seungwoo dengan turut memegang tangan Seungwoo yang memegang pipinya.

"Hari itu, aku kacau banget, ngerasa hidup aku udah nggak ada artinya karena keadaan aku yang beda. Hari itu, aku pengen pergi. Tapi hari itu juga, aku nunggu ada satu orang yang negur atau minimal senyum ke aku. Aku pengen punya satu alasan untuk tetap hidup. Aku tunggu, aku jalan ke sana kemari dengan kursi roda yang aku dudukin. Aku nggak pengen dikasihanin, beneran cuma pengen dilarang aja. Dilarang untuk nggak berbuat bodoh. Tapi nggak ada, nggak satupun orang yang negur aku."

"Woo..."

Bisa Seola lihat air mata kini mengalir keluar dari pelupuk mata Seungwoo. Membuat Seola semakin mengeratkan pegangannya pada tangan Seungwoo.

"Dan ketika aku udah mutusin buat kembaliin nyawa yang Tuhan kasih, kamu dateng, narik kursi aku dari belakang. Kamu ngelarang aku. Kamu kasih aku alasan untuk hidup. Kamu dateng ke hidup aku, kamu nerima aku apa adanya. Kamu-"

Seola langsung menarik Seungwoo ke dalam pelukannya. Ia tak ingin mendengar perkataan Seungwoo yang lain. Ia ingin Seungwoo berhenti memujinya. Ia ingin Seungwoo berhenti berpikiran bahwa ia adalah malaikat yang dikirimkan Tuhan padanya.

Seola ingin Seungwoo tahu, bahwa dirinya jahat. Jahat karena telah membuat Seungwoo seperti ini. Jahat karena telah membuat Seungwoo mempunyai niatan untuk mengakhiri nyawanya.

Tapi Seola juga terlalu takut, takut kalau Seungwoo akan membencinya. Takut kalau Seungwoo akan menjauhinya setelah tahu yang sebenarnya.

Seola menangis.

Keduanya menangis.

Karena dua alasan yang berbeda.

cookies; swoo seolaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang