"Woo?" panggil Seola sekali lagi ke Seungwoo yang masih belum mau lepasin pelukan tangannya dari bahu Seola.
Yes, bahu.
Seungwoo tiba-tiba turun dari motornya dan meluk Seola pas pacarnya itu mau masuk ke dalem rumah.
Dan, ya mereka emang akhirnya baikan setelah Seungwoo jelasin semuanya soal siapa itu Wendy.
Seungwoo jelasin ke Seola kalau Wendy itu temen satu squadnya dari SMA bareng Kai dan 2 temannya yang lain. Dan soal panggilan 'beb' itu, katanya emang Wendy manggil semuanya begitu.
Penjelasan Seungwoo itu diiyain sama Kai waktu Seola coba konfirmasi.
Seungwoo juga jelasin soal hapenya yang mati pas Seola telpon dia tadi. Dimana karena terus kepikiran sama Seola, Seungwoo akhirnya mutusin buat keluar dari studio pas film lagi diputerin dan langsung ke rumah Kai.
Seungwoo mikirnya mungkin Seola lagi sama Kai. Dan pas Seungwoo kesana satpam rumahnya Kai ngasih tahu kemana Seola sama Kai pergi.
Oke sorry Kai gue udah suudzon sama lo, gitu batin Seola tadi.
Kembali ke permasalahan Seola sama Seungwoo.
Jujur Seola sedikit lega pas denger penjelasan dari Seungwoo. Dari awal yang Seola pengen denger ya emang penjelasan soal siapa itu Wendy, Seola pengen Seungwoo kasih tahu dia tanpa Seola harus nanya terlebih dahulu.
Tapi Seungwoonya nggak peka dan malah harus nunggu Seola sampe marah dulu.
Seola tahu kalau dia childish karena masalah satu itu. Mau gimana lagi, Seola cemburu tapi gengsi mau nanya dan jujur meskipun sekarang Seola udah tahu semuanya, masih ada sedikit ganjelan dalem hatinya.
Seola kepikiran aja segimana deketnya Wendy sama Seungwoo sampai dia bisa sesantai itu manggil Seungwoo dengan panggilan Beb. Meski yang lain juga dipanggil gitu. Katanya.
Hal itulah yang bikin Seola terus diem selama di motor tadi. Beberapa kali Seungwoo ajak Seola ngomong dan Seola cuma tanggepin dengan dehaman kecil, ya, dan engga. Pokoknya perasaan Seola belum tenang seutuhnya deh.
Kalian semua pasti pernah denger kan istilah 'Dari Temen Jadi Demen' atau 'Temen Rasa Pacar'?
Seola takut hal itu terjadi juga ke Seungwoo dan Wendy.
Kan katanya nggak ada yang namanya persahabatan murni antara cewek dan cowok.
Iya Seola emang parnoan. Mau gimana lagi, itu udah sifat bawaan lahir dia.
Mungkin karena tahu hal yang bikin Seola terus-terusan diem itu yang bikin Seungwoo meluk Seola erat banget sekarang ini.
"Tahu nggak sih, La. Aku kangen banget sama kamu dua hari ini?" ucap Seungwoo di sela-sela pelukannya.
Seola cuma bisa diem. Dan perlahan tangan Seola ikut bales pelukan Seungwoo.
"Rasanya kamu kayak jauh banget," ucap Seungwoo lagi.
Padahal ya mereka emang jarang bareng di waktu weekdays, terlebih Seungwoo dengan setumpuk kegiatannya dan jadwal mereka yang selalu nggak pas buat ketemu.
Tapi...
baru kali ini Seungwoo ngomong begini.
"Kamu nggak mau bales chat dari aku, nggak angkat telpon dari aku-"
"Maaf," ucap Seola pada akhirnya. Memotong perkataan Seungwoo.
Seola ngaku kalau dia salah. Salah paham tepatnya.
Meski jarang ketemu, komunikasi Seola sama Seungwoo emang cukup intens. Tapi seharian ini sama kemarin Seola bener-bener nggak komunikasi sama Seungwoo. Bahkan hari ini aja pas Seola nelpon Seungwoo, telponnya Seungwoo malah mati karena lowbat.
Denger Seola bilang maaf, Seungwoo langsung ngelepasin pelukannya.
Seola nundukin kepala, nggak berani lihat muka Seungwoo. Entah kenapa Seola merasa Seungwoo bakal marah ke dia sekarang.
Iya, suudzon lagi dia.
Seungwoo tangkupin kedua pipi Seola dengan telapak tangannya yang tentu saja ukurannya lebih besar dari tangan Seola. Dia deketin wajah Seola ke arahnya untuk selanjutnya dia cium singkat kening pacarnya satu itu.
Seola yakin banget, pipinya pasti blushing parah sekarang. Untung aja udah malem. Jadi nggak ketara-ketara amat.
"Kalau ada apa apa bilang ya, La?" ucap Seungwoo lagi setelahnya.
Seola langsung angkat kepalanya dan lihat mata Seungwoo.
"Kamu kan tahu aku itu oon banget kalau dalam hal kayak gini," sambung Seungwoo sebelum Seola sempet sahutin perkataan dia yang sebelumnya.
Seola senyum kecil pas denger Seungwoo nyebut dirinya sendiri oon, begitu juga Seungwoo.
Ah, lemah Seola tuh kalau Seungwoo udah kayak gini. Ngomongnya lembut, perkataannya halus. Pantes Seola bucin banget ke pacarnya satu itu.
"Iya, aku juga minta maaf sama kamu udah bersikap kayak anak kecil begitu. Kamu tahu kan kalau aku juga cemburuan?" tanya Seola pada akhirnya ke Seungwoo.
"Iya, nggak apa apa. Cemburu kan artinya tanda sayang. Berarti kamu sayang banget ya sama aku, La?" ledek Seungwoo bikin pipi Seola blushing lagi.
"Tau ah, aku mau masuk a-"
"Etttt,"
Seungwoo narik lengan Seola waktu Seola mau balik badan untuk masuk ke rumah. Seungwoo peluk Seola lagi kayak tadi. Sama eratnya.
"Lima menit lagi dong, La," ucap Seungwoo bikin kening Seola berkerut.
"Hah?"
"Aku masih kangen banget sama kamu."
Oke.
Seola ambyar.
Untuk kesekian kalinya.
Kalau udah kayak gini, mana bisa dia marah lama-lama sama Seungwoo.
A Fight is officially ends
well, gimana sama cerita pendek dari Swoola kali ini gaes???
jangan mengharapkan konflik yang terlalu berat yaa, karena sesuai judul buku ini, anggep aja cerita-cerita mereka di sini itu kayak cemilan hehehehe
ah dan sampai jumpa di mini cerita Swoola lainnya ❤
KAMU SEDANG MEMBACA
cookies; swoo seola
FanfictionBuku khusus cerita pendek Seungwoo Seola ❤ pic (on cover) credit to owner
