"Pala lo jadian!"
Hari ini Atha diantar sekolah sama Jo. Dia kesel banget gak di ceritain sama Atha gimana bisa deket sama Arvin. Lah, Atha aja gak tau gimana. Tiba-tiba banget.
Atha diajakin telat sebentar, Jo habis sarapan bubur di deket sekolah, sekalian jalan-jalan nunggu jam kuliah.
"Kenapa kagak jadian si lu?"
"Apa sih ah, lo gimana sama cewek lo?"
"Au dah, males gua, kagak mau bahas,"
"Yaudah sama gue juga gak mau bahas apa-apa, 'kan udah gue ceritain,"
Jo mengangguk sepakat. Ia menyuruh Atha untuk naik ke motornya, langsung tancap gas ke sekolah. Padahal jalan juga bisa, tapi Atha malas parah. Katanya kalau jalan, tasnya berat. Keringetan juga padahal. kelas ada AC anying lah.
"Nanti pulang sama siapa?"
"HAH GAK DENGER,"
Rahasia anying lah pokoknya tar elo semua terkejut.
Iya, Atha pura-pura gak dengar. Jo mencibir, berbicara ala meledek dengan huruf vokal di rubah jadi 'i' semua. Paham 'kan lu maksudnya apaan.
Sampai di depan gerbang, semua mata tertuju pada Atha. Dia sih biasa aja, malas meladeni. Tapi lain sama Jo, dia udah senyum-senyum buat tebar pesona.
Jijik Atha liatnya.
Udah turun, Atha melihat sekitar dan menggeliat geli. Tangannya terulur untuk mentoyor kepala Jo.
"Jijik, gausah sok cakep deh, cakepan juga Ra—Mang Imam,"
Dengernya, Jo ketawa keras. Dia notis warna kemerahan di pipi Atha.
"Susah kalo udah sayang mah, jangan bohongin diri sendiri dah,"
"Bacot, udah sana,"
"Tha,"
"Paan?"
"Misalkan lo jadian, tapi lo masih gak bisa lupain Rafa, lo harus jadi babu gue. Itu hukuman karena lo gak bisa tegas sama perasaan sendiri,"
Ah, tiba-tiba Jo berbicara seperti itu. Atha menautkan alis bingung, jadi mikir apa maksud Jo.
"Terus?"
"Kalo gue kalah, gue botak,"
Satu hentakan Atha jawabnya. "Deal!"
Motor Jo meninggalkan Area sekolah, Atha sudah berjalan menuju kelasnya. Menghiraukan bisikan karena dia diantar sama Jo, tapi post foto Arvin. Jangan lupa ada Rafa yang digosipin deket sama dia akhir-akhir ini.
Hidup tanpa gosip itu hambar, gais.
Menginjakan kaki di kelas, Atha disambut sama Echa yang lagi nyanyi pakai sapu, sedangkan Dino lagi makein bulu-bulu gitu ke kepalanya Rama.
Masuk ke dalam dan mendudukan diri, Echa datang nyanyi di samping Atha.
"AKU YANG MINTA MAAF WALAU KAU YANG SALAH!"
Atha reflek menutup telinganya rapat-rapat. "Bacot banget, Abi tuh peka elah gak bakal gak minta maaf dia,"
Echa natap Atha bingung. "Apaan si orang nyanyi????"
"Putusin aja lah cowok fiksi lo,"
"BAPAK LO DENGER THA DENGER!" Mau getok Atha pakai sapu tapi Arvin keburu dateng. Sudah di beri tatapan peringatan berbahaya ala Arvin, Echa mundur dari tempat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eglantine
أدب المراهقين[ Completed ] Jaga-Karsa Raya series: One. "Aku terluka untuk sembuh." Namanya Zethaya Alora Gardenia. Bagi Atha, menutupi bagaimana dia sebenarnya adalah pertahanan. Memakai topeng setiap harinya untuk menutupi segala luka, kesedihan dan rasa sepi...
