5.0 : Rafa as betadine💊

162 28 5
                                        

You are free

to choose, but you

are not free from the consequences

of your choice.

°°°

Atha.

"Semalem lo gimana sama Bri?" entah tau darimana gue sudah ada di sampingnya, Iki langsung menanyakan itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Semalem lo gimana sama Bri?" entah tau darimana gue sudah ada di sampingnya, Iki langsung menanyakan itu. Pura-pura gak mendengar percakapan semalam. Bazar udah di buka dari satu jam Yang lalu, pelajaran hari ini di tiadakan. Hari ini bebas ingin berbuat apa, nanti akan ada band dari Kak Jo yang akan tampil, lalu Iki yang akan bernyanyi solo. Biarpun begitu, suara Iki juara. Shafa udah berdiri di dekat panggung, dia menjadi mc bersama dengan Rina.

Gue mencibir pelan, meruntuk mengapa semalem gak langsung kabur aja pas ketemu Bri. Kan kayak diombang-ambing. Malahan teringat pesan dari Arvin semalam lagi.

Arvin : dah tidur lo ye?

Arvin : yaudah besok gue bantuin jual dessert box kalo lo masih marah soal kamus

Arvin : sweet dream, I guess

Gimana gak ambyar. Arvin juga ngepap mukanya.

 Arvin juga ngepap mukanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Arvin : ganteng bat gua

Jancu.

"Ah Iki! Bingungggggggg!" gue merengek kesal, jadi bingung sendiri. Sebenarnya, Arvin itu adalah anak baru di kelasnya. Baru pindah semester dua kelas sebelas. Toh, gue jadi gak tau-tau amat Arvin itu sebenarnya gimana. Apa memang seperti ini sama semua orang atau enggak.

Intinya bingung.

Belum lagi Bri yang tiba-tiba aja muncul lagi.

Dan perubahan sikap Rafa.

Eglantine Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang