Sudah hampir sebulan changbin hidup seperti zombie. Setiap hari dia datang ke cafe, dia memang membantu. Tapi terlalu membantu, karna semua pekerjaan di ambil alih olehnya. Mulai dari ikut membuka cafe, membersihkan cafe, membuat makanan dan minuman, melayani customer, membantu seungmin belanja, menata meja bahkan membereskan piring piring kotor. Seungmin dan Jisung membiarkannya berbuat sesukanya. Mereka tau changbin menyibukkan dirinya untuk melupakan almarhum pacarnya.
"Lo nggak jalan sama jeje sa?" tanya Jisung sambil mengelap meja kasir.
Seungmin menggeleng pelan. Ia tampak pucat hari ini. Mungkin karna tugas kuliahnya yg menumpuk, belum lagi dia harus menjaga cafe.
Hidupnya memang tak seberuntung Jisung yg punya minho. Karna biaya hidup jisung di tanggung sama pacarnya itu. Atau tak seberuntung Antares. Dia berada di keluarga yg biasa saja. Selain di cafe kadang dia juga ikut beberapa pekerjaan freelance.
Sebenarnya Jisung menyarankan agar dia fokus kuliah saja. Biar cafe dia yg urus, toh juga ada kakaknya yg akan membantu. Tapi seungmin menolak. Akibatnya dia jadi drop begini.
"Lo kenapa sa?"
"Gaktau nih, pusing banget"
"Mau pulang aja?"
"Nggak ah. Gue di sini aja lagian di kos juga ga ada siapa siapa kan"
"Yaudah sana istirahat"
Seungmin menggeleng lemah. Menumpukan kepalanya di meja kasir.
"Jeje kuliah?"
"Nggak tau, belakangan ini dia jadi aneh deh Rei"
"Aneh gimana maksut lo?"
"Ya aneh aja, dia jarang hubungin gue. Katanya sih sibuk kuliah. Tapi kok gue ngerasanya dia jadi beda aja gitu"
"Jangan jangan jeje selingkuh sa?"
"Jeje? selingkuh? Haduh rei lo yg bener aja doooong. Tolong banget jangan bikin gue pengen ketawa deh, lagi ga ada tenaga buat ketawa tau reeeei" rengek seungmin.
"Ih kenapaa, siapa tau aja bener"
"Orang modelan dia mana bisa selingkuh sih, ngaco aja lo. Udah deh intinya jeje itu nggak mungkin selingkuh. Titik"
"Awas aja kalo dia berani selingkuhin lo" Changbin menyahut, dia sudah berada di belakang dua temannya yg lagi asyik gibah
"Lo gapapa res?" Tanya Jisung
"Emang gue kenapa?"
"Muka lo pucet gitu. Kalian ini sakitnya janjian ya? Bisa barengan gitu, heran"
Seungmin menoleh ke arah changbin, "Lo sakit?" menempelkan punggung tangannya di dahi changbin
"Astaga res badan lo panas banget! Kita ke rumah sakit ya?"
"Yaelah panas gini doang ke rumah sakit, lebay lo"
Seungmin mencebik, ia menyesal sudah mengkhawatirkan changbin.
"Gue minjem kamar atas ya, mau tidur bentar" pamit changbin, Jisung mengangguk menyetujui.
Gedung cafe ini memang memiliki 2 lantai. Lantai satu untuk cafe dan lantai dua untuk Seungmin dan Jisung beristirahat. Di lantai 2 ada 1 kamar, dapur, kamar mandi dan ruang TV. Kadang mereka menginap disini kalau kemalaman atau lagi mager. Kenapa mereka tidak tinggal disini saja? Rencananya memang begitu. Mungkin seungmin yg akan pindah duluan ke cafe akhir bulan nanti. Hitung hitung hemat biaya.
"Gue cek ares bentar ya" kata seungmin
Jisung mengangguk mengiyakan. Dia lalu beralih menelfon minho. Minta dijemput.

KAMU SEDANG MEMBACA
Antaresta - Darkby
Romance"Sialan si ares, dia bawa chris anjir. Mana gue belom mandi dari kemaren" "Ini masalah gue sama jeje res, lo gak berhak ikut campur!" "Bisa nggak itu namanya Chris nggak usah di kasih love love an gitu?" "It's over semesta, eventually you will be mi...