Pagi ini secara resmi Nicholas akan diumumkan sebagai CEO Winston Corp. Jabatan langsung dibawah jabatan direktur yang sedang dijabat Xavier. Xavier membuka peluang seluas-luasnya pada Nicholas untuk belajar banyak sebelum kelak akan mewarisi jabatannya.
Nicholas telah bersiap di meja makan sembari menunggu kedatangan Xavier. Pikirannya terus dibayangi pertemuan perdananya kembali dengan Samantha. Entah gadis itu masih mengenalinya atau tidak.
Tak lama kemudian Xavier menunjukkan dirinya lalu duduk dikursi berhadapan dengan Nicholas. "Apa kau nervous?" tanya Xavier sambil meletakkan sapu tangan diatas pahanya.
Nicholas menggeleng singkat. Bukan tentang pengumuman jabatannya yang membuat malamnya menjadi malam panjang tapi Samantha. Gadis itu selalu berhasil mengacau balaukan hatinya tanpa perlu melakukan apapun.
"Kurasa kau akan menikmati pekerjaan barumu." Xavier menambahkan.
"Kuharap juga begitu. Aku harap bisa membantumu nanti."
"Kau bukan hanya akan membantuku tapi juga mewarisi Winston Corp selanjutnya."
Nicholas terkekeh. "Kurasa aku hanya akan membantumu."
Xavier tidak menganggap serius ucapan yang diucapkan Nicholas barusan. Dia sibuk menghabiskan sandwich sarapannya.
"Apa aku bisa mendapatkan sekretaris pribadiku?" tanya Nicholas tiba-tiba.
Xavier menghentikan sarapannya. "Kau membutuhkannya sekarang? Kau bisa memilikinya kalau kau mau." Xavier menambahkan.
"Bagaimana kalau aku minta sekretarismu menjadi sekretarisku juga?"
Xavier mendelik kebingungan kearah Nicholas. Matanya memandangi Nicholas dengan penuh selidik.
"Kudengar cara kerjanya bagus. Aku hanya ingin tahu sebagus apa." Nicholas menjelaskan. Walau dalam hatinya tidak sepenuhnya berkata demikian.
"Kau nilai saja dia nanti. Kau akan bertemu dengannya."
***
Samantha sudah berdiri berjajar dengan para pegawai yang lain untuk menyambut CEO baru Winston Corp yang merupakan keponakan dari Xavier. Semua pegawai diharuskan untuk menyambut kedatangan Mr. Winston Jr. dengan datang lebih awal.
"Aku benar-benar tidak sabar melihat ketampanannya." Emma menyenggol lengan Samantha dan berbisik pelan.
Samantha terdiam lalu menyunggingkan senyum kecil. "Apa dia memang benar setampan yang kau duga?"
"Tentu." jawab Emma yakin.
Lima belas menit kemudian, mobil Xavier memasuki halaman parkir Winston Corp dan berhenti tepat didepan pintu lobi utama. Muka-muka penasaran para pegawai segera celingukan mencari sosok yang dimaksud. Tapi kemudian langsung pandangan mengarah kedepan begitu pintu mobil terbuka.
Pandangan yang biasanya selalu terfokus pada Xavier, kini beralih pada sosok Nicholas. Xavier seolah kehilangan pesonanya ketika bersanding dengan Nicholas.
Nicholas Winston melangkah dengan mantap tapi tidak dengan hatinya yang bergemuruh tak tentu. Seperti biasa, sosoknya selalu menjadi pusat perhatian dimanapun dirinya berada. Cukup berada pada jarak yang jauh, dia melihat gadisnya. Samantha memakai baju kerja yang begitu pas dibadan kecilnya. Sungguh gadisnya telah berubah menjadi wanita dewasa.
Pandangannya terpaku pada Samantha meski langkahnya tidak. Begitu sampai didepan Samantha, langkahnya secara otomatis terhenti. Sementara yang dipandang tak juga menatap pada yang memandang. Sampai akhirnya pandangan keduanya kembali bertemu setelah enam tahun tak bertemu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MagicaLove
RomanceBagaimana jadinya jika setiap kata umpatan yang timbul dari kemarahan hati selalu menjadi kenyataan? Samantha Clark, gadis muda yang ceria namun menyimpan kepedihan yang ditutupi dalam-dalam menjadi satu dari salah satu manusia yang beruntung mendap...
