Haechan dan Somi sedang mengerjakan tugas di kelas mereka sepulang sekolah. Karena tugas yang banyak, mereka terpaksa pulang telat. Bahkan sekarang jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore.
Sebenarnya penjaga sekolah sudah menyuruh mereka pulang dari sebelum jam 4. Bahkan aturan sekolah pun menetapkan batas murid-murid untuk berada di sekolah hanya boleh sampai jam 4 sore.
Namun apa boleh buat? Tugas mereka harus dikumpulkan esok hari, jika tidak maka mereka akan menerima hukuman.
"NAHHㅡselesai juga, Som!" Ucap Haechan dengan suara yang cukup kencang.
"ANJIR kaget gue! Lo tuh bisa ga sih kurangin volume suara lo! Ini lagi hening tiba-tiba teriak."
"Ya maap. Pulang yuk?"
Somi dan Haechan membereskan kertas yang berserakan lalu beranjak keluar kelas bersama. Langit sudah mulai gelap.
"Som, lo tau gak soal penunggu multimedia atas?" Ucap Haechan sambil menunjuk ke arah ruang multimedia yang sudah sepi dan pintunya terkunci.
"Chan!! Jangan bahas gituan please."
"Hahaha. Kenapa? Lo takut ya som?"
"Ini udah sore Chan, galucu."
"Masa siㅡeh Nancy??" Ucap Haechan tiba-tiba. Somi reflek menengok ke arah pandangan Haechan.
Tepat dimana Nancy sedang berdiri di tangga menuju multimedia atas. Menatap Somi dan Haechan dengan tatapam yang errㅡtajam.
"Loh? Sejak kapan Nancy ada di siㅡ" Tanya Somi waswas namun terpotong ucapan Haechan.
"WOII NANCY, KOK BELUM BALIK LUR."
Haechan berlari menuju Nancy dan Somi terpaksa mengikutinya. Haechan tampak menyapa Nancy namun perempuan itu hanya menatap datar ke arah Haechan.
Haechan pun sesekali melemparkan gurauan. Jangankan tertawa, berbicara sepatah katapun Nancy tidak. Haechan bingung, padahal biasanya Nancy langsung tertawa terbahak bahak.
"EnggㅡCy. Gue sama Echan balik duluan ya. Lo juga balik, udah sore nih hehe bye." Somi sebenarnya merasa ada yang janggal. Lalu ia menarik Haechan untuk berlari menuju jalan pulang. Saat Somi berbalik, Nancy masih ada disana dengan menatap Somi dan Haechan.
Keesokan harinya, Haechan dan Somi sedang mengobrol ringan. Lalu, Nancy datang ke kelas dan ikut bergabung dengan mereka.
"WEH CY. Lo kok sombong sih kemaren gua sapa kaga nyaut. Lo marah sama gue? Apa lo marah sama Somi ya gara gara kita ninggalin lo sendirian??"
Nancy yang mendengar penuturan Haechan lalu mengernyit bingung.
"Hah kapan dah?"
"Itu, kemaren gua sama echan balik jam setengah enam. Echan sama gua liat lo di tangga turun dari mulmed atas. Echan panggilin tapi muka lo datar banget." Jawab somi. Nancy lalu diam.
"Bentar.. Gue kemaren kan udah pulang dari jam 3.." Ucap Nancy.
"Jangan bercanda njir." Timpal Haechan.
"Serius! Kalo gak percaya tanya aja sama Jaemin. Orang gue balik dianter dia kok!"
"Nancy bener, Chan. Lagian lo mikir gak sih? Pintu mulmed tuh udah dikunci. Gua liat kok gemboknya ngegantung diluar. Terus si Nancy yang kita liat kemaren itu bisa turun darimana coba?"
Ketiganya lalu terdiam. Sekujur bulu kuduk mereka merinding.
"Berarti...yang kemaren gua ajak ngobrol sama bercanda itu, bukan manusia?" Lirih Haechan.
🎭
Hi, Vote + Comment juseyo.
KAMU SEDANG MEMBACA
NIGHTMARE
Terrorft. NCT, WayV and other idols. ㅡ 🃏 ; Tentang mereka yang tak terlihat. Warning !! : - this story contain harshword, mentioning blood, etc. - oneshoot horror compilation - on going % - slow update [ VOTE & COMMENT ] ©HENDERYW0NG, 2020.
