Chapter 16 : Menyerahkan Gelar Duke

54 2 0
                                        


Chapter 16 : Menyerahkan Gelar Duke

"Kirim segera Dokter Fu! Sekarang!" Lu Guanlun memberikan order namun para pelayan itu masih ragu, "Dia hanya seorang pelayan wanita. Dokter Fu adalah pria muda. Tidak lah benar untuknya datang ke halaman dalam?"

"Bagaimana bisa kita tidak menyelamatkan pelayan yang setia?" sebelum Song Yixiao menjawab, Lu Guanlun berkata dengan suara yang dalam. "Mengenai tidak dibenarkan untuknya yang kau katakan, kau hanya perlu mengikutinya dari dekat. Kau harus beradaptasi dari segela situasi jika diperlukan!"

Pelayan laki – laki itu menerima perintah dan pergi. Song Yixiao memandang Lu Guanlun dengan bibirnya yang gemetaran, berkata sambil menangis setelah beberapa saat. "Terima kasih banyak untuk bantuannya!"

"Walau Dokter Fu masih muda, dia sangat ahli mengobati luka." Lu Guanlun mendatangi Zhiqin dan melihatnya. Simpati terlintas dimatanya, "Aku pikir dia sudah mati... dia sungguh sangat beruntung!"

Dia membuka jaketnya dan menutupinya ke Zhiqin, menjelaskan dengan suara lembut, "Seseorang akan terasa dingin setelah kehilangan banyak darah."

Tidak lama kemudian, Wei Mengying datang bersama dengan Dokter Fu. Setelah menangis beberapa lama, dia menginstruksikan pelayan sambil mengeluarkan air matanya mengirim Song Yixiao dan Zhiqin kembali ke Hanxia Villa untuk pengobatan.

Kemudian dengan wajah marah dia berbalik, "Cari tahu sekarang! Temukan apa yang sebenarnya terjadi! Aku harus tahu siapa yang mengizinkan hewan buas masuk ke Halaman dalam dan mau membuhun Yixiao!"

"Apa maksudmu?" dibelakang bunga – bunga dan pepohonan tak jauh dari danau, Jian Xubai bermain dengan busurnya, bertanya pada temannya dengan nada tidak menyenangkan. "Kau bilang padaku beberapa hari yang lalu kau mengirimkan saudarimu karena kau khawatir dengan keselamatannya di Wuhuan. Kenapa kau mencoba membunuh Putri kandung Bibi?"

Sekarang sudah senja. Dibawah dedaunan yang lebat, wajah tampannya tambak buram dalam kegelapan namun matanya cerah dan penuh ketidakpuasan.

Yuan Xuepei menjawab dengan pertanyaan, "Kau kenal dengan Nona Song? Kalau tidak kenapa kau menembakan busur lain untuk Guanlun dan membunuh Anjing besar yang gagal dia bunuh?"

"Aku bertemu dengannya ditoko kain sebelumnya saat ulang tahunku." Jian Xubai melihat pelayan yang mencari tahu datang ke arahnya dia melepaskan panahnya dan pergi, bertanya dengan dahi mengkerut, "Apakah dia mengganggumu atau saudarimu?"

"Jika aku tahu kau dekat dengannya, aku tidak akan melakukan hal ini untuk mendapat menyenangkan Madam Jin. Untung saja gadis ini baik – baik saja dan hanya seorang pelayan yang menjadi korban." Yuan Xuepei yang mendengarnya merasa lega. Ketika dia mencoba untuk mengejarnya, dia mulai menjelaskan, "Aku ingin menikahkan Xue dengan Guanlun."

Jian Xubai kaget, "Apa Putri Consort Wei bermaksud menikahkan Putri kandungnya dengan Anak tirinya? Bukankah ini incest (menikahi saudara sendiri)?"

"Bagaimana bisa?" Yuan Xuepei berkata dengan malu, "Aku hanya ingin melihat apakah Guanlun benar – benar baik hati. Lagipula pergi berperang akan penuh resiko. Jika sesuatu terjadi padaku kali ini, saudariku hanya bisa berlindung dengan suaminya nanti. Aku haru mencari pria sejati untuk menjadi suaminya!"

"Aku bertanya – tanya kenapa kau memberikan perhatian kepada tempat ini. ternyata kau hanya ingin melihat apakah Lu Guanlun akan mencari keadilan untuk Song Yixiao." Jian Xubai kembali pada kesadarannya dan tidak bisa menahan untuk mencibir, "Kau benar. Song Yixiao tinggal di bawah naungan Pangerang Hengshan dan tidak ada hubungan darah dengan Lu Guanlun. Jika dia membelanya, dia pasti melakukan hal yang sama untuk saudarimu."

Kemudian dia memberikan pandangan menghina, "Tapi apakah pernah terfikir padamu? Karena Lu Guanlun adalah seorang pria sejati bagaimana mungkin dia memilihmu sebagai saudara iparnya? Apalagi, Bibimu tidaklah mudah untuk diatasi. Jika dia tahu yang sebenarnya, saudarimu akan hancur!"

"aku bukanlah biang keladinya. Selain itu bagaimana mungkin aku meninggalkan jejak?" Yuan Xuepei menyentuh dagunya dan memutar matanya, "Xubai, entah kenapa aku merasa kau sedang membela Nona Song."

"Aku hanya tidak bisa melihatmu melakukan sesuatu yang buruk!" Jian Xubai tidak ingin orang lain tahu apa yang sebenarnya terjadi di toko kain jadi dia mengganti topik dengan berpura – pura tidak sabar, "kau berfikir terlalu banyak. Hanya kau dan aku yang tinggal disamping ketua Commander untuk mendapatkan pengalaman perperang. Bagaimana mungkin kita disuruh maju ke depan? Selama kau tidak lari sembarangan, apa yang akan terjadi padamu? Apakah kau sebegitu perlunya merencanakan pertunangan saudarimu dengan terburu – buru?"

Yuan Xuepei matanya serius dan tiba – tiba berhenti. Dia melihat ke arah sekitar untuk memastikan tidak ada orang disekitar. Kemudian dia berkata serius dengan suara pelan, "Berbicara tentang kau pergi keluar untuk berperang, aku akan menasehati sesuatu padamu."

Jian Xubai berkata dengan bingung, "Menasehati aku? Apa yang sudah aku lakukan?"

"Aku tidak berfikir untuk mu menyerahkan Gelar Duke pada Kakakmu!" Yuan Xuepei berkata dengan menghela nafas, "Kau juga tidak perlu dengan sukarela pergi berperang dan mendapatkan nama untukmu sendiri hanya untuk menyerahkan gelar dukemu. Kau hanya berusia 11 tahun. Walaupun Putra Mahkota harus memberikanmu lebih banyak keuntungan dan menjauhkanmu dari bahaya, bagaimana kalau...."

"tidak ada kata 'jika'" Xubai menyengir, "Kau sungguh percaya aku ingin menjadi seorang duke dengan menekan kerusuhan di Wuhuan? Aku tahu kesanggupanku. Kau tahu, nenekku dan para tetua yang lainnya tidak setuju aku menyerahkan gelar duke. Secara kebetulan, kerusuhan terjadi di Wuhuan dan pemerintah harus mengirimkan bala tentara untuk menanganinya. Dalam pandanganku, jika aku pergi berperang, aku tidak akan bisa kembali sampai aku tinggal disana selama beberapa tahun. Kemudian nenek mungkin akan setuju dengan permintaanku jadi aku bisa kembali ke Kota Kerajaan karena mereka sangat merindukan aku!"

Dia berkata dengan menghela nafas,"Karena gelar duke ini, Ayah dan Kakakku menjauhiku selama beberapa tahun. Mereka memperlakukan aku lebih dingin dari pada orang asing. Kenapa itu? Aku hanya berusia 11 tahun dan belajar dari Guru terkenal. Apalagi aku di sayangi oleh Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Putra Mahkota. Jika aku tidak menyelesaikan masalah ini, aku pasti orang tidak berguna setelah mewarisi gelar duke ini!"

Melihat matanya penuh dengan keinginan mendapatkan penghargaan dimasa depan, Yuan Xuepei merenung sesaat dan berkata, "Maafkan aku mungkin sesuatu yang akan aku katakan akan membuatmu sakit. Jika kau mewarisi Gelar duke saat berusia 5 tahun dan kau semenjak itu dibesarkan oleh Ratu Ibu Suri. Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu juga menganggapmu seperti anak kandung mereka. Dengan bantuan mereka kau mendapatkan keberuntungan dalam segala hal. Satu – satunya yang membuatmu menyesal mungkin adalah pilih kasihnya Ayahmu. Dan kau terlalu mementingkan pada penyesalan ini."

"Jadi?"

"Pernahkah kau terfikir kenapa Kekekmu melewati Ayah dan Kakakmu memberikanmu Gelar Duke?" Yuan Xuepei berkata dengan santai, "Ayahmu adalah putra kesayangannya yang sah!"

The Reborn Girl's Path to GloryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang