Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"jadi kita mau kemana hari ini sayang?" tanya Sehun sambil memperhatika Eunha yang masih sibuk dengan tugas di laptopnya.
Eunha mengurungkan niatnya untuk minta putus dari Sehun, setelah beberpa hari yang lalu Eunha melihat betapa Sehun mempertahankan dirinya didepan ayahnya.
"mau nemenin aku ke mall nggak kak? Itu aku mau beli beberapa make up buat review jadi konten."
"udah lama Eunha nggak bikin konten." lanjut Eunha mengalihkan pandangannya dari laptop berganti melihat Sehun.
"boleh, ayok sekarang aja." ajak Sehun.
"kan makanannya belum dateng kak, makan dulu ya Eunha laper." Eunha memamerkan jajaran gigi rapinya.
Ya mereka sedang di sebuah cafe, tadi Sehun menjemput Eunha dari Sekolah, dan berakhir disini.
"iya Sayang." entah kenapa setelah kejadian itu Sehun jadi lebih perhatian terhadap Eunha. Mungkin memang dia mau membuktikan bahwa Eunha memang layak buat dia.
Setelah selesai makan mereka melanjutkan kegiatan sesuai rencana. Mereka berkeliling mall, Eunha sesekali berdecak kagum melihat betapa bagusnya merek make up sekarang, seakan membuat Eunha berfikir sudah berapa lama dia meninggalkan dunia make upnya?
"jadi kamu mau beli yang mana lagi?" tanya Sehun lembut.
"nggak kak udah ini aja, ayo kita pulang aja sebelum aku benar-benar nggak bisa menahan hasrat untuk tidak membeli Mereka." kata Eunha melangkah riang mendahului Sehun. Sehun yang melihat itu merasa gemas.
Mereka menuju mobil Sehun yang terparkir tidak jauh dari pandangan mereka.
"Sehun!" panggil seorang gadis yang sekarang tengah berlari kearah Sehun. Panggilan itu mengalihkan atensi Sehun dan Eunha.
"lo? Ngapain lo disini?" tanya sehun tak suka.
Tidak menjawab gadis itu masih sibuk nengatur nafasnya.
"siapa kak?" tanya Eunha.
"kenalin Jisoo pacarnya Sehun, lo adeknya Sehun kan?."
"hah pacar?" Eunha sedikit terkejut mendengar hal tersebut.
"iya pacar, lo harus bisa akur sama gue, gue calon kakak ipar lo." kata Jisoo dengan percaya diri.
"kak lo bisa jelasin situasi sekarang ini?" Eunha melihat kearah Sehun, berusaha meminta penjelasan.
"ah itu anu... " Sehun nampak berpikir sebelum melanjutkan kaliamatnya.
"iya Nha dia pacar kakak." lanjut Sehun, tidak ada raut bersalah dari Sehun.
"tapi kak ak-" belum sempat Eunha melanjutkan kalimatnya tiba-tiba Sehun menarik Jisoo agak menjauh dari Eunha.
Eunha hanya melihatnya tidak ada ada niatan untuk pergi dari sana dia ingin tetap disini menunggu penjelasan dari Sehun.
"lo kenapa sampai sini? Lo Ngapain?" Sehun mencengkam keras kedua bahu Jisoo.
"sakit Sehun, kok kamu kayak gini?" ucap Jisoo berusaha melepaskan tangan Sehun.
"aku kesini bukan nyariin kamu, tapi kebetulan aku lihat kamu, sekalian aku mau berita baik buat kamu." lanjut Jisoo.
"gue nggak peduli, nanti aja kita omongin. Gue mau nganter Eunha pulang dulu." Sehun memutar badannya, belum sempat melangkah Jisoo menarik tangan Sehun mendekap tubuh Sehun sangat erat.
"aku hamil." ucapnya girang. Sebelum Sehun mendorong tubuh Jisoo agak menjauh.
"Sial! Kenapa kenapa lo bisa hamil?" Sehun mengumpat, memandang Jisoo dengan kebencian.
"maksud kamu apa? Aku hamil anak kamu?" ucap Jisoo
Eunha merasakan nyeri didadanya, sakit! dia benci perasaan ini, perasaan yang sering dia rasakan.
"nggak mungkin, nggak usah ngarang deh lo!" Sehun masih berusaha mengelak.
"tapi... Itu... Kita malam itu, kamu nggak ingat? Cuma kamu, nggak ada laki-laki lain." ucap Jisoo ketakutan melihat mata Sehun yang memerah menunjukkan amarahnya.
"kamu mau tanggung jawab kan?" tanya Jisoo pelan.
"nggak! Lo aborsi aja, gue nggak mau tau."
Plak
Satu tamparan mendrat dipipi mulus milik Sehun. Eunha yang sudah tidak tahan mendengar semua ini.
"Berengsek! laki-laki macam apa lo? Itu anak lo, dia nggak salah apa-apa, tapi dia yang harus nanggung dosa orang tuanya. Mikir dong lo!" emosi Eunha meluap.
"lo harus tanggung jawab, nikain dia rawat keduanya, selayaknya keluarga lo, lo buktiin kalau lo bukan laki-laki berengsek!" Eunha melangkahkan kakinya pergi, mengusap air mata yang dari tadi mengalir membasahi pipinya.