"lah terus lo ngapain malah kerumah gue bego! Harusnya lo nyamperin Jihyo." omel Eunwoo.
"udah." jawab Jaehyun singkat.
"kapan? Lo aja disini sekarang, lo nggak khawatir sama Jihyo?"
"nggak khawatir lo bilang? Lo tau nggak betapa frustrasinya gue? Gue udah ngelilingin sekolah nyari dia, tapi gue nggak ketemu sama Jihyo, sampai Jungkook sama yang lainnnya dateng, terus gue pergi."
"gue pengen ngehajar mereka yang udah nyakitin Jihyo, tapi mereka semua cewek. Gue nggak bisa ngelakuin apa-apa. Lo taukan ini semua gara-gara gue, emang ada baiknya buat Jihyo kalau dia bisa jauh dari gue. Gue jadi tau sekarang kenapa Mingyu selalu berusaha buat jauhin gue sama Jihyo." Jaehyun mengacak-acak rambutnya.
"jadi sekarang lo mau nyerah? Ayolah Jae, ini semua bukan salah lo, rasa cinta lo buat Jihyo nggak salah, perasaan orang itu nggak bisa di paksa. Mau gimanapun lo ngedeketin Jihyo buat dapetin hatinya itu wajar, yang salah itu mereka yang iri sama hubungan kalian." kata-kata Eunwoo berhasil buat Jaehyun terdiam.
Eunwoo cuma bisa menghela nafas, kemudian menepuk pundak Jaehyun.
"udahlah. Ayo sekarang kita cari Jihyo. Masalah lo mau nyerah atau tetep bertahan lo urusin nanti. Yang penting sekarang Jihyo ketemu dulu." Eunwoo nyeret Jaehyun.
"hahahahha"
"gue puas banget."
"biar tau rasa tu anak, berani-beraninya dia deketin Jungkook."