Danatra Adicakra

23 1 0
                                        

       Semenjak kejadian di bis. Kila dan Natra tetap diam walau bertemu dikelas. Sepanjang pelajaran Natra tidak pernah menulis. Sesekali Kila melirik Natra yang tetap tertidur bertumpu pada tangannya saat guru sedang menjelaskan materi. Istirahat pertama kali ini Kila memilih pergi ke perpus.
   
       Hari ini Kila akan mencari buku eksperimen untuk nanti siang. Kila akan mengikuti ekstrakulikuler KIR bersama dengan Mimi. Kila berjalan menuju rak buku bertuliskan buku Pengetahuan. Kila mengambil beberapa buku dan memilih duduk di karpet bulu yang disediakan. Setiap karpet disekat dengan rak-rak buku. Kila membuka lembar demi lembar buku, membacanya satu persatu.

       Tiba-tiba sebuah buku terjatuh. Kila mengerjap kaget, bangun dan menoleh. Kila mendelik melihat seorang cowok meringis memegang kepalanya.
"Lo kenapa?" Katanya berbisik.

"Gue kejedot" Natra meringis.

"Gue kira kenapa" Kila penasaran. Tiba-tiba Kila ikut duduk didekat Natra.
"Lo baca apa?"

"Novel" Natra masih sibuk membaca, sesekali Natra membalik buku ditanganya.

"Lo sering disini?" Kila melirik kearah Natra.

"Iya" Natra menjawab singkat. Dingin.

"Pantesan gapernah liat di kantin" Kila tersenyum.

Natra berdiri, berlalu pergi tanpa berucap. Kila hanya melongo, disusul dengan gerutuan kecil.

"Dasar sinting, kenapa kalau gue ngomong gak direspon. Tapi kepo. Heran gue. Untung cakep. Heh anjir apaan malah mikirin si Natra.. Come on Kila" Kila memutar bola matanya jengah. Dia melanjutkan membaca buku tanpa ingin memikirkan Natra lagi.

       Kila sudah menghubungi mamanya. Hari ini Kila pulang sore karena ada ekstrakulikuler KIR. Pukul 16.15 Kila sudah selesai mengikuti ekstra. Kila sudah minta dijemput mamanya. Sepanjang perjalanan ke gerbang sekolah, mata Kila penasaran dengan seorang cowok yang duduk ditaman sekolah. Perjalanan dari rumah ke sekolah sekitar 15 menit. Mamanya baru saja dikabari. Kila memilih berjalan ke taman dan menunggunya disana. Kila duduk ditaman. Dikeluarkannya earphone dari tas jansport berwarna biru hitam kesayanganya. Sebuah lagu mengalun dan membuatnya sedikit rileks.

       Cuaca sore ini cocok untuk menimmati matahari dibawah pohon rindang. Kila melirik cowok yang tadi dilihatnya. Natra. Kila penasaran kenapa Natra belum pulang, padahal sekolah sudah bubar sejak tadi. Setahu dirinya, tidak ada ekstrakulikuler hari ini kecuali KIR, dan yang pasti Natra tidak ikut KIR. Kila tidak ingin ambil pusing. Teman satu mejanya itu seperti seorang penyendiri.

"Lo, be belum pulang" Kila kaget akan suara Natra. Natra sudah berdiri disampingnya. Apakah dia sudah lama melamun hingga tidak melihat Natra bergerak mendekatinya.

"Belum. Gue ikut ekstra. Lo?" Kila bertanya datar. Sudah mulai malas dengan Natra. Kila menggeser duduknya. Natra paham dan ikut duduk.

"Gue males pulang" Natra duduk bersandar sambil menerawang jauh. Entah apa yang membuat dirinya seneng beberapa hari ini duduk didekat gadis berpipi tembam, Kila.

"Kenapa?" Kila mulai tertarik dan menoleh kearah Natra.

"Gapapa, lagi didiemin". Natra berkata singkat, Kila yang mendengar jawaban dari Natra hanya ber oh ria.

       Keduanya diam membisu seakan larut dalam pikiran masing-masing. Suara klakson dari luar gerbang membuat Kila tersadar. Setelah pamit kepada Natra singkat. Kila berlari menuju mobil mamanya dan masuk kedalam mobil. Pikirannya masih memikirkan Natra. Terlalu penasaran dengan cowok yang dia yakin pasti sedang memiliki masalah.

       Sore ini Natra tampak berbeda, mukanya kelihatan pucat dan dia kelihatan lemas. Kila memejamkan matanya, tidak mendengarkan ocehan mamanya yang bercerita tentang banyak kejadian di toko bunga.

       Makan malam dikeluarga Cakra seakan sepi. Hanya dentingan suara sendok dan piring yang terdengar dimeja makan. Cakra dan istrinya Wulan hanya diam, menyantap makanan yang disediakan pembantu. Putra semata wayangnya hanya terduduk melihat bagaimana kedua orang tuanya membenci dirinya hingga dia tidak dianggap. Natra memilih beranjak dari kursi, berjalan menuju lantai dua kamarnya. Memilih berada dikamar. Selama sebulan lebih Natra kebingungan. Setiap kali berbicara dengan kedua orang tuanya, keduanya selalu mengabaikannya. Bahkan mereka menyita semua alat komunikasi Natra termasuk  handphone kesayangannya. Dia tau dirinya salah dan akan memperbaiki kesalahan tersebut. Tapi Natra kebingungan, apakah kenakalan yang sudah Natra perbuat. Karena semenjak dirinya bangun dan sembuh dari sakit kedua orang tuanya seakan menjaga jarak dengan dirinya.

       Kila menutup pintu kamarnya, setelah shalat isya berjamaah dirumahnya dan makan malam bersama keluarga. Kila pamit untuk tidur lebih awal karena dirinya pulang lebih sore dari biasanya. Kila berjalan menuju meja belajar dan mengambil handphone di atas meja. Dibukanya aplikasi instagram, 26 pengikut baru terlihat. Kila menscroll untuk melihat siapa orang baru yang mengikutinya. Kebanyakan teman kelas atau teman Kila yang ada di Bandung.

       Mata kila terkejut saat melihat nama akun instagram yang mem-follow nya. Dia adalah Varo, dengan nama akun @itsmevaro. Karena penasaran Kila mengecek akun instagram Varo. Hanya ada 14 postingan foto. Kila melihatnya satu persatu. Keren. Kila tersenyum sendiri. Sampai akhirnya ada foto terakhir yang membuat Kila semakin terkejut. Dilihatnya foto dua cowok memakai seragam sekolah yang sama dengan dirinya berdiri dan saling merangkul akrab. Kila mengetuk foto tersebut dan munculah nama akun yang di tag oleh Varo, @natnatsatusatu. Alay, itulah penilaian pertama yang muncul dalam benak Kila. Natnat? Sok imut. Kila menekan nama Ig tersebut dan munculah akun Natra. Waw.. Daebak! Pengikutnya lebih dari 300 ribu. Padahal tidak banyak yang diupload oleh Natra. Hanya dua foto dan itu pun bukan foto selfie. Melainkan foto dirinya bermain dipantai dengan tulisan pada gambar tersebut. Happily.

❤disukai oleh itsmevaro, viaa11 dan ribuan orang lainnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

disukai oleh itsmevaro, viaa11 dan ribuan orang lainnya.
Natnatsatusatu. Kepada kebebasan yang ingin aku segera dipenjarakan. Percayalah aku masih sempat memihakmu.
Taken by @gilsagilsa

Lihat semua komentar.
rini_arinibae kepantai berdua emang enak dah💜

babiyog elah ga ngajak mah bisa ae nih curut.

gilsagilsa baguskan? Aku yang motoin❤

Itsmevaro jangan mau dimodusin kadal sa @gilsagilsa

natnatsatusatu bisa nggak gausah pada ribut, pangeran mau bobo ganteng ini.

Babiyog najis asw

itsmevaro babi kalian

       Kila melihat dengan seksama. Sepertinya cowok bernama Natra berteman dengan Varo dan teman lain dikelasnya. Tapi kenapa mereka sekarang membully nya, bahkan acuh terhadap Natra? Ada masalah apa diantara mereka. Kila begitu penasaran. Jujur saja setiap dekat dengan Natra Kila merasa ada yang aneh dengan jantungnya. Kila tidak pernah merasakan perasaan serumit ini. Bahkan hanya dengan ditatap sepasang manik berirish coklat Natra sudah membuat hati Kila panas. Kila mendengus sebal.

"Wee Kila sadar si. Masa lo suka sama si songong?" Kila berbicara sendiri. Dia mendengus kemudian diletakkannya ponsel bercasing warna biru itu dimeja. Tubuhnya menyelusup masuk kedalam selimut kemudian berusaha keras untuk tidur. Besok sekolah.

NATRA (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang