Ps. Bayangin aja Mu Lan pakai baju itu
Mu Lan POV
Aku kesiangan, hoaaaahm.
"Qi Wei," panggilku.
"Iya Lady," jawabnya.
"Jam berapa sekarang?" tanyaku.
"Jam?" Qi Wei heran.
"Ah, ini masih pagi atau sudah siang?"
"Sebentar lagi menuju makan siang, Lady."
Mataku terbelalak, "Kenapa tak bangunkan aku? Aku harus memasak untuk pangeran!"
"Hamba sudah membangunkan tapi Lady Mu Lan tak bangun-bangun," jawab Qi Wei.
Duh, sifat kerbauku terbawa ke sini.
"Pasti Lady Mu Lan kecapekan karena membuat sabun kemarin," ucap Qi Wei.
"Ah iya, aku pasti kecapekan."
"Siapkan air mandi untukku, dan siapkan ikan, udang dan sayur-sayuran!" lanjutku.
Setelah selesai mandi, aku langsung menuju dapur, lalu memasak ikan bakar dan capcai.
Aku menunggu Hu An datang, kurasa sudah satu jam aku menunggu.
"Lady, sepertinya pangeran tidak datang hari ini, silakan makan dahulu, karena sejak pagi Lady Mu Lan belum makan apa-apa," pinta Qi Wei.
Ah benar, aku belum makan apa-apa. Aku memulai makan siangku, sendirian. Rasanya aneh.
Beberapa saat kemudian Yu Qong muncul. "Hormat hamba kepada Lady Xiao," salam Yu Qong.
"Ada apa Yu Qong?" tanyaku.
"Hamba hanya ingin menyampaikan bahwa Pangeran Tian tidak bisa datang dan sedang makan siang dengan Putri Bao," ucapnya.
'Pantas saja dia melupakanku,' batinku kesal. Tunggu kenapa aku kesal?
"Qi Wei, bungkuskan ikan bakar dan capcainya!" perintahku. Tak lama Qi Wei membawakan bungkusan itu padaku.
"Ini adalah masakanku tadi siang, jika pangeran ingin memakannya bisa kau hangatkan," ucapku sambil memberikan bungkusan pada Yu Qong.
"Baik Lady Xiao." Dengan kata itu Yu Qong pergi.
Aku bosan dan tak ingin melakukan apa pun. Aku keluar ke taman paviliunku, sore itu benar-benar damai.
"Putri Bao datang menemui Lady Xiao!" Kudengar teriakan pengawal.
Aku pun segera berdiri menyambutnya. "Lady Xiao memberi hormat kepada Putri Bao," ucapku sambil membungkuk diikuti semua pelayanku.
"Semuanya bangunlah!" perintah Putri Bao.
"Putri datang jauh-jauh ke paviliun hamba, pasti ada hal penting yang ingin disampaikan." Aku membuka percakapan.
"Ah, aku hanya ingin mengunjungimu karena Pangeran Tian sering menghabiskan waktu denganmu," jawabnya
'Code blue, code blue! Gawat, istri yang cemburu adalah hal yang berbahaya!" pikirku.
Melihat wajahku memucat putri tertawa. "Ah, Mu Lan, wajahmu sangat lucu," komennya. Aku semakin bingung, sebenarnya dia marah atau tidak?
"Aku ke sini ingin memintamu membuatkan sabun dan losion untukku. Hu An datang dengan begitu harum dan segar aroma jeruk, dia bilang itu darimu. Aku sungguh iri," lanjutnya.
"Ampuni hamba, Putri. Hamba akan ambilkan, karena hamba membuat cukup banyak," jawabku lalu menyuruh Qi Wei untuk mengambilnya.
"Hentikan panggilan hambamu itu, panggil aku Ling Ling atau kakak mungkin? Kau selir dari suamiku, kau baik dan memperlakukan Hu An dengan baik, aku ingin dekat denganmu juga."
Baiklah, kali ini aku terkejut dengan ucapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fat Concubine [COMPLETE]
Narrativa StoricaMaria Flora adalah gadis 21 tahun yang sedang menempuh pendidikannya di Universitas Ternama di Indonesia Pada suatu hari dia menyelamatkan anak balita yang hampir tertabrak truk Namun naas, nyawanya tak tertolong 'Aku sudah mati?' batinnya Namun ken...
![Fat Concubine [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/215305623-64-k698520.jpg)