Maria POV
Sudah sebulan sejak kejadian ulang tahun Evan. Ya, aku dan Tian akhirnya berpacaran. Entah Tian reinkarnasinya Hu An atau tidak, yang jelas sifat mereka sama persis dan aku mencintainya.
Criiing—pintu florist terbuka.
"Selamat datang," ucapku semangat dengan wajah penuh senyum. Ini sudah mendekati jam makan siang, jadi aku kira yang datang adalah Tian. Ternyata bukan.
Seorang wanita dengan mini dress merah, sexy luar biasa. Cantik. Setelah kuamati, dia seperti ....
'You must be kidding me!' ucapku dalam hati.
Tuhan, apakah kau sangat membenciku? Jika Engkau ingin membuat orang-orang di Dinasti Tian bereinkarnasi, haruskah orang itu dia? Ah, aku benci dirinya. Titisan Lady Gong!
"Ada yang bisa saya bantu?" Ucapku dengan super fake smile.
Dia melihatku dari bawah ke atas. Lalu tersenyum sinis. "Kurasa kau yang bernama Maria," katanya.
"Benar, saya Maria. Ada yang bisa saya bantu?" tanyaku lagi.
"Kau tak lebih baik dari foto," lanjutnya.
Aku bingung, foto apa?
"Dengarkan aku, aku di sini ingin memperingatkanmu. Christian Aditama adalah eksekutif muda yang sukses. Dia membutuhkan pendamping yang SEIMBANG. SEMPURNA. TIDAK CACAT. TIDAK GENDUT. Dan itu diriku Stella Velova. Seorang Model, anak dari konglomerat kedua di Jakarta. Kau paham perkataanku?" kata makhluk bernama Stella ini.
Beh, aku benci dia. Namanya seperti pengharum ruangan, tapi kelakuannya sama busuknya dengan Lady Gong.
"Dengarkan hamba wahai Tuan Putri Stella, apakah Tian tahu apa yang Anda lakukan di sini? Jika dia tahu aku yakin dia akan marah karena kekasihnya di-bully secara verbal oleh orang yang tidak bertanggung jawab," balasku.
"Kau! Kau pikir aku takut bila Tian tahu? Aku punya dukungan penuh keluarganya, kau tahu?" jawabnya.
"Tapi aku punya hatinya, kau mau apa?" Aku menyerang balik. Tidak kubiarkan diriku tertindas olehnya. Dia mulai mendekat, sepertinya akan menjambakku.
"Menyerang orang cacat di tempat dia bekerja bisa dikenai hukuman, apalagi di toko ini ada CCTV," ucapku yang berhasil membuatnya berhenti mendekat.
"Kau!" katanya kesal.
"Aku apa? Jika kau sudah selesai, kau bisa pergi. Sebentar lagi Tian datang, aku tak ingin membuatnya tak nyaman," jawabku.
"Biarkan saja dia tahu kelakuan busukmu," katanya.
The Hell, yang busuk itu kau!
Dan benar saja, tak lama kemudian Tian datang. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Tian kepada Stella.
"Tiiiiiaaaan, wanita ini mem-bully-ku," kata Stella sambil merangkul lengan Tian manja.
Aku mengangkat satu alisku melihatnya.
Tian melepas paksa tangan Stella, lalu berjalan ke arahku.
Cup, dia mencium keningku.
"Hi Baby, kau tak apa?" tanyanya.
Aku tersenyum lebar. Senyum kemenangan. Skakmat, hahahaha.
"Aku tak apa, dia ini siapamu?" tanyaku pada Tian.
"Oh, dia anak dari teman orang tuaku," jawab Tian jujur.
"Tiaan! Aku ini tunanganmu," kata Stella.
"Iya, sejak kapan? Aku tak ingat," kata Tian.
"Kita ini dijodohkan! Kita akan menikah!" teriak Stella.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fat Concubine [COMPLETE]
Ficción históricaMaria Flora adalah gadis 21 tahun yang sedang menempuh pendidikannya di Universitas Ternama di Indonesia Pada suatu hari dia menyelamatkan anak balita yang hampir tertabrak truk Namun naas, nyawanya tak tertolong 'Aku sudah mati?' batinnya Namun ken...
![Fat Concubine [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/215305623-64-k698520.jpg)