*Diputer dulu coba medianya, diresapi lagunya pas baca part di bawah ini hehehe
"Shaaaaaaan"
"Iya kenapa Liv?" Shani langsung menjawab panggilan Oliv, sahabatnya di kampus.
"Shani sumpah ya lu jangan pernah lagi deket sama Rio!"
"Hah? Ada apaan sih Liv?"
"Parah sih ini parah, bangsat emang itu cowo satu"
"Eh ada apaan? Coba cerita yang jelas biar aku paham"
"Shan tau ga kan mereka itu cowo-cowo punya group whatsapp kan, ya biasa lah isinya obrolan cowok. Disitu kan ada cowo gue juga Shan, nah dia tadi laporan lah kalau di groupnya itu si Rio ngomongin lu?"
"Eh seriusan Liv? Ngomongin apaan?"
"Ya intinya, dia itu puas aja bisa pamerin lu gitu. Dia bangga bisa ngedate sama anak JKT48 yang katanya ga boleh pacaran, bahkan dia ngetawain fans-fans lu yang katanya udah kekibulin"
Darah Shani berdesir, ia tak terima dengan apa yang sudah Rio lakukan. Shani sangat jarang marah, bahkan sebagian orang tak pernah melihat dia marah. Tapi kali ini emosinya benar-benar memuncak, ia tak terima Rio sudah merendahkan pekerjaan dan fansnya yang justru selama ini selalu mensupport Shani. Berkat mereka lah Shani berada di posisinya sekarang, dan dengan lancangnya Rio yang tidak tau apa-apa melaukan hal itu.
"Liv, ada buktinya ga?"
"Gue dikirim sih sama cowo gue screenshootnya cuman ga enak gue ngirimnya Shan"
"Bisa tolong kirim ga Liv? Janji ga akan aku tunjukin ke siapapun termasuk ke Rio. Cuman pengen mastiin aja kalau dia kaya gitu"
"Hemmm yaudah deh bentar aku kirim ya, aku matiin ya telponnya"
"Ok makasih ya Oliiiiv"
Shani benar-benar tak bisa menahan lagi emosinya sekarang, kenapa bisa Rio sepicik itu. Ketika Oliv mengirimkan beberapa foto padanya, dada Shani benar-benar bergemuruh membaca percakapan Rio dengan teman-temannya di group. Rio benar-benar mengatakan bahwa ia sudah terobsesi dengan Shani dan merupakan sebuah kebanggan bahwa ia bisa dekat dengan seorang Shani. Rio juga lah yang memang sering menyebarkan foto dan video kebersamaan mereka yang selalu ia setting bahwa mereka memiliki kedekatan khusus.
Hati Shani benar-benar merasa hancur sekarang, dikhianati oleh salah satu temannya dengan cara yang sangat picik benar-benar sangat menyakitkan. Sangat menyakitkan. Terlebih sekarang ia juga tidak tau harus bercerita pada siapa, tak mungkin ia bercerita pada Gracio. Sementara hubungannya dengan Viny juga sekarang sedang tidak baik-baik saja. Hingga akhirnya Shani benar-benar meratapi kebodohannya sendiri.
Entah feeling Viny yang begitu kuat atau bagaimana, setelah beberapa hari Shani down, Viny tiba-tiba mengirim pesan pada Shani berisi permintaan maaf dan menanyakan kabar Shani. Setelah mendapat jawaban yang tidak meyakinkan dari Shani, maka Viny langsung melakukan video call bersama Shani. Viny merasa harus mengetahui secara langsung bagaimana kondisi Shani saat ini.
"Shani, kenapa?" Viny terkejut melihat mata Shani yang benar-benar sembab.
"Gapapa Ka"
"Gapapa gimana sih? Itu mata kamu sembab banget Shani, ada apa?" ditanya seperti itu akhirnya tangis Shani pecah dan ia langsung menceritakan semuanya pada Viny.
Viny yang sudah memiliki feeling buruk pada Rio hanya bisa menghela nafas namun ia juga ikut emosi setelah mendengar semua ceritanya. Viny rasanya ingin sekali membunuh Rio saat itu juga. Terlebih Viny tau jika Shani tidak bisa marah, sehingga ia benar-benar khawatir Shani akan stress.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAPSODI
FanfictionHallo guys, tulisan ini adalah kolaborasi bersama @ikutakidz Part ganjil bakalan dipost di @ikutakidz dan genap bakalan dipost disini. Selamat membaca!
