(Chapter 14) Saturday night

492 81 5
                                        

Ryujin sedang memilih baju untuk ia kenakan malam ini, sudah beberapa kali ia mencoba berganti pakaian bahkan sampai pakaian dilemarinya hampir semua dikeluarkan. Ia berencana menonton konser yang diadakan dekat taman kota bersama dengan yang lainnya.

Tepat pukul tujuh malam Beomgyu akan menjemputnya dan sekarang sudah pukul setengah tujuh malam. Berarti masih ada waktu setengah jam untuk bersiap-siap. Setelah merasa cocok dengan pilihannya Ryujin bergegas untuk mandi dan berdandan yang rapih.

Ryujin menuruni anak tangga saat Beomgyu mengirim pesan bahwa dirinya telah menunggu didepan rumahnya.

"Shin Ryujin bagaimana bisa?" Seru Beomgyu.

Ryujin menghampiri Beomgyu. Ia melihat baju yang dikenakan Beomgyu, ini sebuah kebetulan mereka berdua memakai warna yang sama, biru langit dengan celana jeans hitam.

"Bagaimana bisa kebetulan seperti ini? Pasti orang mengira kita couple. Tunggu sebentar aku akan berganti pakaian lagi "

Ryujin tak berhenti mengoceh dan itu membuat Beomgyu jengah.

"Hey Shin Ryujin tidak ada waktu lagi, Kasihan yang lain sudah menunggu kita disana"

"Kau benar" Ryujin pasrah.

Beomgyu melajukan motor saat Ryujin sudah menaiki motornya. Mereka melaju ke lokasi dimana teman-temannya menunggu.

Jalanan terasa sangat ramai bahkan sempat macet dibeberapa tempat. Beomgyu kesulitan untuk mencari parkir. Karena sangat ramai Beomgyu memarkirkan sedikit agak jauh dari taman kota. Dengan terpaksa Ryujin dan Beomgyu berjalan kaki untuk menuju ke lokasi teman-temannya.

Selesai memarkirkan motornya Beomgyu menghampiri Ryujin. Terlihat wajah Ryujin yang terasa tidak nyaman.

Beomgyu berinisiatif untuk menggenggam tangan Ryujin. Bukan untuk mencari kesempatan tapi Beomgyu khawatir jika nanti Ryujin akan hilang.

"Genggam tanganku agar kita tidak terpencar" ujar Beomgyu.

Ryujin langsung menggenggam tangan Beomgyu dan membiarkan Beomgyu jalan terlebih dahulu.

Drrrtt....ddrrttt....

Ponsel Beomgyu bergetar sebuah panggilan masuk dari Hueningkai.

"Halo kau dimana sekarang?" Ujar Hueningkai.

Terdengar suara musik sangat keras diikuti suara penonton yang sangat ramai.

"Aku baru saja sampai kau menunggu dimana?" Beomgyu sedikit meninggikan suaranya agar Hueningkai bisa mendengar.

"Aku berada didekat panggung cepat kemari"

Sambungan dimatikan oleh Beomgyu. Ryujin hanya diam saja ia baru pertamakali datang ke acara konser seperti ini. Tangannya semakin erat menggenggam Beomgyu.

"Kenapa kau takut?" Tanya Beomgyu.

Beomgyu melihat kearah Ryujin yang ada dibelakangnya. Ryujin tersenyum malu lalu ia menggandeng lengan Beomgyu begitu saja. Beomgyu tidak keberatan dengan tingkah Ryujin. Justru Beomgyu senang karena Ryujin percaya padanya. Beomgyu mengacak pucuk kepala Ryujin dengan gemas.

Sebenarnya jika tempat ini terang bisa dilihat bahwa pipi Ryujin merona mendapat perlakuan manis dari Beomgyu. Namun sayangnya mereka keluar dimalam hari jadi tidak begitu jelas terlihat.

"Coba kau hubungi yang lain kita sudah dekat dengan panggung" ujar Ryujin pada Beomgyu.

Beomgyu menghubungi Hueningkai namun sambungannya tidak diangkat.

L.U.V [TXT ITZY]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang