Keesokan paginya Ryujin terbangun ditempat tidur. Ia bingung bagaimana bisa ia berada di kamarnya? Jangan-jangan Beomgyu yang memangkunya. Kenapa Beomgyu tidak membangunkan saja Ryujin . Ryujin melihat kearah jam dinding kamarnya. Jam menunjukan pukul setengah tujuh pagi, Ryujin segera bergegas ke kamar mandi mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah.
___
"Ryujin kau semalam bagaimana? Tadi Yuna bilang padaku kalau kau di rumah sendiri ketakutan?"
Ryujin baru saja datang bahkan ia belum sempat duduk di bangkunya dan Chaeryeong sudah menanyakan tentang hal ini.
Pandangan mata Ryujin bertemu dengan Beomgyu. Mengingat bagaimana manisnya perilaku Beomgyu padanya membuat Ryujin sedikit canggung.
"Ayo cerita padaku" rengek Chaeryeong.
Ryujin menceritakan semuanya kecuali moment ia bersama Beomgyu. Ryujin hanya bilang ditemani oleh Beomgyu dan jangan lupa ia juga menceritakan kejadian menyeramkan malam itu.
Jam pelajaran dimulai. Ryujin mempersiapkan alat tulis dari tasnya. Saat menghadap belakang tiba-tiba Beomgyu berbisik.
"Bagaimana tidur mu apa kau tidur dengan nyenyak?"
Sekecil apapun suara Beomgyu pasti terdengar oleh Hueningkai yang berada disebelahnya.
"Choi Beomgyu apa yang kau bicarakan" ujar Hueningkai dengan nada menggoda.
Ryujin memandang Beomgyu tanpa menjawab apapun. Karena Hueningkai terus saja menggodanya.
"Lupakan saja" ujar Beomgyu.
Mereka kembali terfokus menghadap depan karena pak Seokjin sudah memasuki kelas.
"Masih ingat tugas saya? Ayo segera kumpulkan" ujar pak Seokjin.
Semua mengumpulkan buku tugas ke meja guru dengan rapih.
"Chaeryeong kau kenapa?" Tanya Ryujin.
Ryujin menyadari Chaeryeong yang sibuk mencari sesuatu didalam tasnya.
"Aku lupa membawanya" ujar Chaeryeong tanpa suara.
Ryujin membantunya mencari dilaci barangkali Chaeryeong lupa menyimpan.
"Lee Chaeryeong apa kau lupa membawa tugas mu?"
Pak Seokjin menyadari gerak-gerik Chaeryeong yang terlihat panik.
Chaeryeong menyerah ia mengakui bahwa dirinya tidak membawa tugasnya."Selain Chaeryeong siapa yang tidak membawa tugas angkat tangan!" seru pak Seokjin tegas.
Taehyun mengangkat tangannya ia mengaku tugasnya tertinggal dirumah.
Tanpa disadari Taehyun. Yuna yang duduk dibelakangnya melihat Taehyun yang menyembunyikan bukunya didalam laci. Jelas hal itu membuat Yuna heran, bagaimana bisa Taehyun lupa membawanya pria satu ini termasuk orang yang pintar dan rajin tidak mungkin jika ia lupa membawanya pasti segala sesuatunya selalu dipersiapkan terlebih dahulu.
"Keluar hormat ke bendera ditengah lapangan, saya akan memantau kalian dari sini"
Chaeryeong dan Taehyun segera keluar mendengar perintah dari pak Seokjin.
Akhirnya mau tidak mau Chaeryeong dan Taehyun menjalankan hukuman walau ditengah teriknya matahari.
"Apa kau benar tidak mengerjakan tugas mu?"
Taehyun menoleh pada Chaeryeong lalu tersenyum simpul. Apa artinya itu Chaeryeong tidak mengerti.
"Aku mengerjakannya ko" Taehyun menjawabnya dengan santai.

KAMU SEDANG MEMBACA
L.U.V [TXT ITZY]
Fiksi PenggemarCAST : TXT member ITZY member Menceritakan seorang gadis sma menyukai kakak kelasnya yang populer. Namun siapa sangka jika kakak kelas yang ia sukai sudah memiliki kekasih? Sampai pada akhirnya gadis ini menyerah. Dia tidak sadar jika teman terdeka...