(Chapter 7) Unlucky Day

555 96 10
                                        

Kini Ryujin berada di kantin sedang mengantri untuk membeli minum. Ryujin mengambil beberapa botol mineral sekalian buat teman-temanya. Setelah itu Ryujin kembali ke bangkunya.

Matanya tertuju pada salah satu bangku dimana di sana ada Yeji dan Yeonjun sedang makan berdua. Melihat itu Ryujin merasa semangatnya hilang. Ia tidak ingin melihat kedua orang itu namun jika ingin kembali kebangkunya Ryujin harus melalui Yeonjun dan Yeji.

Ryujin menghela napasnya kasar.
Dalam hati Ryujin mencoba menebak-nebak apa yang mereka bicarakan kenapa Yeji terlihat serius sedangkan Yeonjun biasa saja seperti tidak mendengarkan Yeji dihadapannya.

Semakin dekat langkah Ryujin dengan keberadaan mereka berdua.

"Ryujin biar aku bantu" ujar Beomgyu.

Beomgyu mengambil alih beberapa botol di tangan Ryujin. Menyadari kehadiran Ryujin didekatnya mata Yeji sempat melirik.

"Apa kau sudah selesai bicara? Aku sudah selesai makan dan aku akan pergi sekarang" ujar Yeonjun pada Yeji.

Sontak Yeji terkejut bagaimana bisa sikap Yeonjun sangat berubah.
Yeonjun membereskan bekas makanya lalu beranjak pergi meninggalkan Yeji sendiri.

Ryujin mendengar Yeonjun bicara namun suaranya terdengar samar. Meja Ryujin tidak jauh dengan posisi Yeonjun dan Yeji.

"Kenapa tidak dimakan nasi gorengnya?" Ujar Taehyun.

Taehyun yang duduk berhadapan dengan Ryujin menyadari tingkah Ryujin yang hanya mengaduk-adukan saja.

"Kenapa tidak suka? Kalau tidak suka kenapa pesan nasi goreng?" Ujar Hueningkai.

"Aku suka, ini juga akan dimakan"

Ryujin menyuapkan nasi goreng pada mulutnya.

"Ku dengar Kak Yeonjun dan Kak Yeji sudah putus, tapi kenapa mereka makan berdua?" Bisik Yuna.

"Aku juga tidak tau" ujar Ryujin seadanya.

Mereka makan sambil mengobrol hal-hal kecil yang tak jarang membuat mereka tertawa.

Setelah mereka selesai makan mereka semua kembali ke kelas buat apa berlama-lama di kantin. Sedangkan Ryujin, Yuna dan Chaeryeong lebih memilih untuk ke toilet terlebih dahulu.

Mereka melewati lapangan sekolah disana terlihat lumayan ramai dengan kakak kelas yang sedang bermain basket.

"Kak Soobin tinggi sekali ya" ujar Chaeryeong.

Sepertinya kelas Soobin habis selesai mata pelajaran olah raga karena ia memakai seragam olah raganya.

"Menurut kalian Kak Soobin tampan tidak sih?" Tanya Yuna.

"Tampan? Nyebelin iya" ujar Ryujin.

Kenapa mereka jadi membahas Choi Soobin?

"Hei awas!" Seru seseorang.

Ryujin membalikan badannya. Hal yang tidak dibayangkan terjadi begitu saja, Ryujin terjatuh memegang kepalanya yang sangat pusing akibat terbentur bola basket.

Reflek Yuna dan Chaeryeong membantu Ryujin yang terjatuh. Yuna menenangkan Ryujin yang mengaduh kesakitan matanya berkaca-kaca menahan tangis.

Segerombolan kakak senior mereka dari kelas XI IPA 1. Menghampiri Ryujin memastikan keadaannya apakah baik-baik saja atau sebaliknya.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Soobin.

Chaeryeong berdiri matanya memancarkan emosi.

"Apa ini bisa dibilang baik-baik saja? Kenapa bertanya kalau sudah jelas jawabannya?!" Marah Chaeryeong.

L.U.V [TXT ITZY]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang