Sementara kamu terus meminta matahari untuk selalu cerah, ada sisi lain bumi yang perlu terkena basah. Kebahagiaan dan kesedihan itu berdampingan, siap tak siap, mau tak mau, kamu perlu ikhlas menerimanya.
Sementara kamu terus menyalahkan keadaan dan mengkhawatirkan banyak hal yang tak seharusnya terjadi, masih ada hal lain yang lebih layak untuk kamu syukuri, seperti perkenalan kita misalnya, atau hal sederhana lainnya yang kerap membuatmu bersinggungan dengan tawa.
Aku yang terlalu beruntung mengenalmu, sampai lupa caranya mengenal diriku sendiri, entah keterpakuan ini akan berakhir dengan suatu ikatan yang jelas atau tidak, setidaknya aku, kamu, pernah membuat cerita yang indah.
Seingatku, 3 jam adalah waktu yang dapat aku tempuh untuk sekedar menemuimu. Dan sekarang, kamu menyangkalnya dengan jarak yang lebih jauh. Bagaimana bisa aku ingin merengkuh, jika untuk sekedar saling sentuh saja kita tidak mampu.
Untuk sekarang, tak masalah seberapa jauh jaraknya, yang terpenting, jaga dirimu, jaga tubuhmu, jaga perasaanmu, ingat, yang menyayangimu, bukan hanya kamu sendiri. Ada orang tuamu, teman-temanmu, dan aku, yang ingin kamu selalu baik-baik saja.
Hanya karena aku jauh darimu, bukan berarti aku tak bisa untuk selalu memilikimu. Tetaplah seperti kamu yang aku kenal, dan aku, akan tetap menjadi aku yang kamu kenal.
- badutcerdas
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Nyata Dalam Mimpi
PoetryKamu tak bisa menebak hatimu sendiri. Hari ini kamu jatuh cinta, besok bisa jadi patah hati. [Cara baca; Gunakan latar belakang berwarna hitam untuk hasil yang maksimal.]
