Kau yang datang tak kusemogakan ada, mencari kesombongan dalam daya.
Hanya sukma tak bernyawa yang mampu menampar rasa, menampik luka.
Tanpa sadar kulepaskan segala kebahagiaan sebelum kau pun ikut merasakan.
Sebuah harap yang kugenggam lebih dulu sebelum akhirnya kau pergi lebih cepat.
Yang bahkan pernah kubegitu mengharap darimu, saat kau menyediakan sandaran paling damai bagi resah-resahku.
Berselimut redup lampu malam terus mengikatku dalam diam tanpa paksaan.
Di akhir cerita, barangkali aku harus bertaruh nyawa dengan waktu, melempar dadu untuk bertaruh keaslian rindu-rinduku.
- badutcerdas
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Nyata Dalam Mimpi
ŞiirKamu tak bisa menebak hatimu sendiri. Hari ini kamu jatuh cinta, besok bisa jadi patah hati. [Cara baca; Gunakan latar belakang berwarna hitam untuk hasil yang maksimal.]
