Jika kamu ingin menyakiti, atau, dan membenci seseorang, bencilah aku,
Aku tidak memaksamu agar kamu mau, aku juga tak memaksamu untuk tiba-tiba menjadi dewasa, terserah apa yang mau kamu sembunyikan dariku, tapi yang jelas aku juga manusia yang butuh kepastian, dan kamu seharusnya tau itu.
Aku masih bisa menunggu, tapi aku tak tahu, entah dengan pisau digenggamanmu itu, aku tak yakin itu akan bertahan lebih lama, aku tak menahanmu ketika kamu ingin menancapkannya berulang kali di perutku, bahkan aku lebih menunggu saat-saat itu, sebelum ada seseorang lain yang melakukan hal itu kepadaku, karena aku tau itu akan terjadi nantinya, meskipun kamu tak melakukannya hari ini.
Aku tidak menyuruhmu untuk tetap diam dan bungkam ketika melihatku berlumuran darah, atau menyuruhmu untuk bertahan pada kebimbangan, aku hanya memberikanmu jalan, aku juga tak mengharap untuk melewati jalan itu denganmu, karena pasti nantinya akan ada seseorang lain lagi yang menunggumu didepan sana.
Jikapun kamu tersesat dan tak temukan tempat yang aku harapkan untukmu, tak usah kamu memanggilku untuk mengantarmu lebih jauh lagi, tetaplah disana sedikit lebih lama, dan kamu pasti akan temukan jalan lain yang bisa kamu lalui.
Atau mungkin kamu sedang berusaha melupakannya? dan berpura-pura diam tersesat biarpun aku berusaha mencari perhatianmu. Tapi itu tak mungkin, bahkan sampai ku cekik sendiri leherku, toh kamu masih tak juga kerutkan dahimu untukku.
Aku tak terlalu mengharapkan jika kamu tidak dapat membuka pikiran lain, kecuali kamu sendiri memilih pikiran yang terbuka.
- badutcerdas
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Nyata Dalam Mimpi
PoetryKamu tak bisa menebak hatimu sendiri. Hari ini kamu jatuh cinta, besok bisa jadi patah hati. [Cara baca; Gunakan latar belakang berwarna hitam untuk hasil yang maksimal.]
