Nampak gumpalan mendung menggulung segala doaku untukmu, entah doa itu tersampaikan pada sang pengatur skenario, atau terhempas seiring kau tak acuh.
Ada sebuah harap saat perasaan ini pernah diam sejenak di singgasanamu, walau diamku tak kau anggap penting di istanamu, sebelum semua itu ku kacaukan sendiri dengan berbagai cara.
Begitupun takdir seperti menolak membawa kita kepada hal-hal yang pernah ku bayangkan sebelumnya, seperti pertemuanku denganmu, seperti perasaan yang kuletakan padamu.
Bahkan semestapun mengutuk pertemuan kita, mendosakan segala hal yang kita anggap sama, sampai aku putuskan untuk tetap mengharapkanmu, walau kesempatan bak bulan menyatu bersama matahari.
- badutcerdas
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Nyata Dalam Mimpi
PoezjaKamu tak bisa menebak hatimu sendiri. Hari ini kamu jatuh cinta, besok bisa jadi patah hati. [Cara baca; Gunakan latar belakang berwarna hitam untuk hasil yang maksimal.]
