Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

#33 Ksempatan, Yang Tak Dirindukan

66 4 0
                                        

Apakah aku harus berharap lebih untuk situasi semacam ini? Aku bahkan tak mengerti apakah ini kesempatan kedua yang Tuhan berikan atau bukan, sepertinya memang aku sudah terbiasa dengan perpisahan.

Aku telah lupa bagaimana cara untuk mengembalikan harapan. Yang kutahu, aku bukan orang yang beruntung dalam setiap pertemuan.

Kali ini aku begitu takut menaruh harap lagi, bagaimana jika kesempatan yang datang kali ini membawaku lagi ke dalam sebuah kegagalan?

Aku ingin mengabaikannya, aku ingin melupakannya, tapi tak bisa, kenangmu terlalu bergema untuk kusenyapkan. Bagaimana bisa aku terus mengharapkanmu sementara kamu terus membicarakan namanya di depanku?

"Aku tahu tentang lara, tapi entah kenapa aku tak pernah bisa menerima."

Di satu sisi, aku ingin selalu berada di dekatmu. Meski entah harus menjadi apa diriku di hadapanmu.

Tapi di sisi lain, akupun memiliki hati yang tak mungkin akan terus kusakiti. Apakah masih bisa kuberharap, meski itu terlalu kecil untuk kudekap?

Aku mencoba dekat, tapi tak kunjung lekat.
Aneh? Iya, memangnya sejak kapan perasaan pernah mengenal logika?

Tapi, terima kasih untuk waktu kecilmu, terima kasih sudah pernah membagi tawa, menutup luka, meski kamu sendiri yang membuatnya kembali terbuka.

Maaf jika aku pernah menempatkanmu dalam tujuanku. Berkat waktu, aku bisa tahu, jika memilikimu, tak lebih dari sekadar obsesi dan ambisiku.

Meski kesempatan ini terbuka kembali, namun mungkin lebih baik cerita tentang kita tak diulang lagi. Aku akan selalu berdoa, meski tak lagi bisa bersama, kamu dan aku tetap mampu berbahagia.

- badutcerdas

Kisah Nyata Dalam MimpiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang