Kita sedang berada dalam persimpangan keputusan, dengan pilihan dan harapan yang kita genggam masing-masing, aku, tak mengenal apa yang kamu genggam, begitupun aku mencoba menyembunyikan perasaanku.
Tanpa kamu memikirkan yang salah dan yang benar, yang jelas kita sedang dalam situasi yang buruk, yang tak pantas untuk kita tunjukan pada mereka yang telah mempercayakan hubungan kita, perdebatan dan kesalah-pahaman menyelimuti setiap pertemuan, atas dasar dan alasan yang tak tentu benar adanya, kita tetap saja egois untuk mengakui sebuah kekalahan, kita selalu saja merasa benar demi menutupi sebuah kesalahan.
Entah pertikaian kita yang semakin memanas atau memang udara di sekitar kita yang tak pernah merestui, aku merasa engap untuk selalu menahan sesak, aku merasa bosan jika harus selalu menutup nafas hanya demi melihatmu dengan lebih jelas, aku merasa lelah jika harus berjuang sendirian.
Tapi, tidak, aku tidak ingin menjadi manusia terjahat yang membuatmu bermandikan air mata dan amarah, aku tidak mau berada di jajaran mereka-mereka yang sekarang kamu kenang.
Aku ingin bersamamu, jujur, benar-benar bersamamu.
- badutcerdas
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Nyata Dalam Mimpi
PuisiKamu tak bisa menebak hatimu sendiri. Hari ini kamu jatuh cinta, besok bisa jadi patah hati. [Cara baca; Gunakan latar belakang berwarna hitam untuk hasil yang maksimal.]
