"jadi kita bakal pindah, kita balik lagi ke Jakarta,"
Deg
Perkataan ayahnya membuat Dira terkejut bukan main "beneran yah?nanti Dira 1 sekolahan sama abang kan?" tanya Dira dengan semangat.
"iya, kita bakal kumpul lagi Ra," ujar Devi dengan senyumannya.
"yeyy, Dira seneng benerr bun yahh!" pekik Dira.
"kapan pindahnya?"tanya Dira.
"lusa kita berangkat," jawab Alex.
"oke, yaudah Dira kekamar dulu bun yah," ujar Devi lalu pergi ke kamar dengan bahagia.
"ga nyangka dia seseneng itu," ujar Devi saat melihat pungung Dira yang lama kelamaan menjauh.
"iyalah, kan udah lama dia ga ketemu sama abangnya gara gara aku sibuk urusin perusahaan," timpal Alex, keduanya tanpa sadar ikut menarik kedua sudut bibirnya.
Disisi lain senyuman Dira masih setia di bibirnya "beh gue ga nyangka bakal pindah lagi,tapi gapapa deh secara gue di sekolahan sendirian juga gaada Via," monolog Dira.
"yeyy!! Bang Levv aku datang!!" pekik Dira senang.
Jam menunjukan pukul 2 siang, Merasa bosan Dira pun membuka handphone dan berniat menelpon seseorang.
"woy!!" teriak Dira saat telepon tersebut tersambung.
"anj-sial ni anak ngagetin aja, gue lagi bobo bobo manja lo ngangu dengan mulut cempreng lo itu," cerocos seseorang dari balik telepon, sudahlah pastinya itu Via.
"hehehe, sorry gue seneng banget Vii"
"nape lo, dapet uang dari luwak white kopi ape,"
"kagaklah gile kalo pun dapet kagak gue kasih tau,"
"iye iye jadi nape ni,"
"bokap bilang gue pindah ketempat asal gue," ujar Dira dengan gembira.
"tempat asal lo got depan rumah gue maksud lo?" balas Via.
"ya allah sabarkan hamba, Jakarta lah maksud gue Olivia," gemas Dira.
"hah?! Serius? Gue juga ada di Jakarta, bisa meet meet kitee nihh!!" pekik seberang sana.
"woy bego kuping gue sakit,"
"hehehehe, btw kapan lo ke Jakarta?"
"lusa."
"bisa lah lo kenalin gue ke kakak ganteng lo tu," terdengar suara sok imut dari balik telepon.
"mudahlah itu say," ucap Dira santai.
"oke deh, gue matiin dulu my emak manggil nih."
'Tut..tut..tut..'
∞
Hari yang di tunggu akhirnya tiba, sekarang mereka sedang di depan pintu. Dira sangat merindukan tempat ini yang kurang lebih setahun ia tinggalkan, tempat ini lah tempat dimana ia dibesar. Tanpa nunggu waktu lama lagi mereka pun masuk.
Saat masuk mereka di sambut dengan keadaan rumah yang tidak berubah, masih seperti dulu. Dira melihat ada orang yang sedang menonton tv tanpa menyadari keberadaan mereka, Dira pun mendekatinya.
"assalammualaikum oii, ngopi napa ngopii!!"pekik Dira tepat di sebelah kuping orang itu, orang itu kaget setengah mati lalu ia menghadap belakang.
"mony −suara lo gede banget woii!" jawabotng berambut hitam itu, dia kakanya Dira Levin Putra Ardana anak sulung dari keluarga Ardana. Tidak jauh dari Dira, Levin pun memiliki paras yang tampan, rahangnya keras, badan atletis serta mata elang yang membuat kaum hawa klepek klepek, sampe adeknya juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYDIRA || TERBIT
Teen FictionBagaimana jadinya jika seorang gadis tomboy yang memiliki masa lalu kelam ini bertemu dengan seorang pria yang dingin seperti es batu? Semakin lama, rahasia serta kejadian masa lalu yang selama ini menyiksa gadis ini terbongkar. Satu satu pe...
