Sinar matahari masuk ke dalam ruangan pasien bernama Sadira, ia membuka mata karena mulai terganggu akan sinar matahari pagi itu. Semalaman ia tidur seakan hanya mengambang, Dira tak bisa bergerak leluasa karena takut infusnya akan lepas jika ia bergerak sana sini.
Dira bangun lalu melirik ke arah sahabat sahabatnya, ternyata mereka sudah berganti baju. Seperti nya mereka bergantian untuk pulang. Ia melihat jam, sudah menunjukan pukul 09.30 yang berarti disekolah itu sedang istirahat.
"Eh, lo udah bangun ra," ucap Nayla yang pertama kali sadar.
Dira tersenyum "iya," jawab Dira.
"Oh ya, baju lo udah kita bawa tadi," ujar Ava.
"Tenang aja kok udah kita kasih tau abang lo, jadi mereka tinggal ke sini aja nanti," sahut Via.
"Oke, thanks gaes kalian terbaik memang,"
"Eh eh, kalian tau ga," heboh Ava.
"Engak." jawab mereka.
"Ck, kan gue belom ngomong!" Kesal Ava.
"Iyaiya, lanjut," ujar Nayla.
"Kata cowo cowo, sekolah heboh tentang lo yang di ituin sama Anggelina, apa lagi lo ga masuk abis itu sama kita," ungkap Ava.
"Gimana kabarnya Anggelina?" Tanya Via.
"Dia dikeluarin dari sekolah, cuma itu si yang gue tau," jawab Ava.
"Ken belom dateng ke sini?" tanya Dira.
"Kenapa lo tanya dia?" Bingung Via.
"Ya kan gue mau ngomong makasi gitu, tapi dia ga dateng dating," jawab Dira.
"Iya, ga ada akhlak dia tu jenguk kek kawannya gitu,"
"Benor."
"Bener Vi," kata Nayla meralat.
"Hehe itu maksudnya,"
∞
"Eh Va lo kenapa, fokus bener sama hp," sahut Via saat melihat Ava yang fokus sekali dengan handphonenya.
"Ini loh gue nyari dress buat ultah sekolah nanti," jawab Ava.
"Lo kan banyak dress va,"
"Iya si ra, tapi kan hari itu hari spesial jadi bajunya harus spesial gitu," balas Ava.
"Iya ya, nanti gue cari juga deh,"
"Lo mau nyari juga Nay?" Tanya Via.
"Iya,"
"Lo juga mau Vi?" Tanya Nayla.
"Boleh tuh," jawab Via.
fyi di geng mereka yang paling fenimin itu Ava, kedua Nayla, ketiga Via. Via lebih ke menyesuaikan situasi, Jika datang ke acara penting ia akan fenimin dan sebaliknya juga. yang terakhir itu Dira, tentu didalam diri dia hanya secuil sifat feniminnya.
"Gue denger Nayla punya butik tu," ucap Ava.
"seriusan Nay?" Tanya Via.
"Iya, punya mama gue itu butik. Nanti kita disana aja milih dress dressnya," jawab Nayla.
"Btw ni, ra lo mau ga ikut kita? Beli baju untuk ultah sekolah nanti, kan lo naik ke atas panggung entar" kata Ava.
"Masa lo pakek celana si," timpal Nayla.
"Gesrek lo pada, mana mungkin Dira mau beli dress dress yang nyusai diri dia sendiri gitu. Ya ga ra?" ucap Via.
"Boleh, gue ikut."
KAMU SEDANG MEMBACA
REYDIRA || TERBIT
Teen FictionBagaimana jadinya jika seorang gadis tomboy yang memiliki masa lalu kelam ini bertemu dengan seorang pria yang dingin seperti es batu? Semakin lama, rahasia serta kejadian masa lalu yang selama ini menyiksa gadis ini terbongkar. Satu satu pe...
