03. Jadi tutor?

911 53 0
                                        

Bel pun berbunyi, semua guru memasuki kelas masing masing. Sekarang di kelas 12 IPA 1 sedang pelajaran sejarah, pelajaran yang gurunya menjelaskan bak mendongeng. Mangkanya jangan salahkan banyak murid yang tidur saat pelajaran guru itu.

"Rey!" panggil guru itu, sebut saja padi atau pak Edi. Semua melihat ke arah Rey yang sedang melipat tangannya di meja. dia sedang tidur.

"Rey!" Pangil bapak itu lagi, bapak itu pun mendekat ke meja Rey.

"woy Rey.. Rey padi tu," cicit Levin yang duduk sebelah Rey.

"woy bangun," lanjut Levin, ia sendiri sudah was was.

"Rayden Zane Pratama!!" Pekik bapak itu di sebelah meja Rey dan Levin, Levin hanya bisa pasrah menunggu hukuman apa yang Rey akan dapatkan nanti.

Rey yang terganggu pun mengangkat kepalanya "kenapa pak" polos Rey, perkataan Rey membuat padi emosi. Bagaimana tidak ia tidur saat jam pelajaran dan dengan polosnya ia bertanya apa salahnya?

"apa apanya?! Kamu tidur di pelajaran saya! Ga sopan ya kamu!!" emosi guru itu pun meluap luap.

"bapak jelasin, Kek nge-dongeng" jawab Rey yang membuat sekelas menahan tawa.

"Apa kamu bilang?! Keluar kamu sana! Hukuman kamu keliling lapangan!" Putus guru itu, Rey hanya mengangguk dan pergi dari kelas itu.

"kalian mau kemana?" tanyanya saat melihat Yoga dan Levin berdiri.

"nyusul Rey lah pak, kan kami bestpren pak" jawab Yoga seakan tidak ada dosa.

"oh iya, pak jangan sering sering bahas masa lalu pak, bikin sakit hati aja. Mending bahas masa depan" timpal Levin,sekelas pun tak bisa tahan tawa dan akhirnya mereka tertawa terbahak-bahak.

"kamu mau nyusul mereka, Diko?"

"iyalah pak, kan saya pren mereka juga. Mekom pak," Diko pun mengacir mengikuti temannya.

"astagfirullah sabarankan hamba dengan siswa seperti itu," pak Edi hanya bisa mengusap ngusap dada sabar.

"ya sudah ga usah urusin mereka, kita lanjut," perintah pak Edi.

"eh mo ke mana Rey?" tanya Yoga saat mereka keluar dari kelasnya.

"rooftop." singkat Rey.

"kita ikut ya?" tanya Diko.

"ga usah, gue mau sendiri,"

"yaudah, kita ke kantin ya laper," ucap Diko.

"hm." Rey pun berjalan mendahului mereka.

"ck, dasar padahal di hukum ya dia," ujar Yoga.

"lo kaya baru kenal dia aja, mana pernah dia ngelaksanain begituan," balas Diko.

"udahlah kita ke kantin aja," ajak Levin.

"iya kelaparan sudah meronta ronta," timbal Diko dengan cekikikannya.

"cacingnya udah ngibarin bendera putih tu," balas Yoga.

"kalah dalam perperangan melawan makanan,"

"HAHAHAHA,"

"woi bu Siti kaga masukk!! Jamkos kita!!" teriak Jaka sang ketua kelas.

"Wehh, beneran lo Jak?! Kaga boong kan?"

"Iya! Kaga ngibulin kita kan lo,"

"Beneran lo Jaka sembung?!"

"Jangan beri harapan palsu lo, kek doii!" teriakan teriakan dari siswa siswi kelas yang tak percaya terdengar,sahut sahutan mereka ramai bak berbagi sembako. mereka ngelantur sampe ke harapan palsu dikira lagu apa.

REYDIRA  || TERBITCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang